Renungan Harian, 06 Desember 2018
Matius 5 : 13 - 14

Kamu adalah garam dunia. Jika garam itu menjadi tawar, dengan apakah ia diasinkan ? Tidak ada lagi gunanya selain dibuang dan diinjak orang.

Kamu adalah terang dunia. Kota yang terletak di atas gunung tidak mungkin tersembunyi.

Bacaan : Matius 5 : 13 - 16
Menjadi garam berarti memberi rasa kepada makanan hingga makanan tersebut menjadi lezat dan bisa dimakan. Makanan tanpa garam akan menjadi hambar atau tanpa rasa.
 
Maksud dari menjadi garam dunia berarti PERMATA berfungsi sebagai pemberi rasa dalam kehidupan. Artinya, tanpa PERMATA dunia akan menjadi hambar. Kebanyakan manusia sekarang hanya peduli pada hidupnya sendiri, padahal Tuhan memanggil kita untuk memberi rasa pada dunia. Memberi rasa pada dunia bermaksud memberi arti tentang siapa Tuhan Yesus dalam kehidupan. Memperkenalkan Tuhan Yesus tentu saja membutuhkan bukti konkrit, yaitu perbuatan yang meneladani Tuhan Yesus. Dalam Matius 28 : 19 – 20 kita kembali diingatkan tentang amanat agung panggilan orang percaya untuk dunia. Karena itu, PERMATA sudah seharusnya mampu menjadi teladan bagi kehidupan Tuhan Yesus bagi dunia, sehingga banyak orang mengenal dan percaya Kristus.
 
Menjadi terang dunia berarti menjadi cahaya bagi kegelapan. Panggilan orang Kristen juga adalah menjadi cahaya bagi kegelapan. Dunia ini sudah penuh dengan kegelapan. Banyak manusia melakukan dosa tanpa lagi mempunyai rasa malu. Perbuatan daging, keinginan mata dan keangkuhan hidup tak lagi menjadikan manusia memiliki kebaikan yang bersifat Illahi, padahal dalam Filipi 4 : 5 mengatakan hendaklah kebaikan hatimu diketahui semua orang, Tuhan sudah dekat. Tuhan memanggil kita, agar kebaikan yang berasal dari Tuhan Yesus diketahui semua orang sehingga mereka memuliakan Bapa yang di Sorga, karena kedatangan Tuhan. PERMATA, jadilah cahaya kebaikan dalam ketulusan kepada semua orang, sehingga setiap orang yang melihat engkau, memuliakan Bapamu yang di Sorga.

Post Terkait