Renungan Harian, 12 Februari 2019
Yusuf Yang Menahan Penderitaan Untuk Menolong Keluarganya

Kejadian 45: 4-11 

Pernahkah PERMATA GBKP mengalami penderitaan ? Apakah itu kelaparan, kehilangan, dibohongi, dimusuhi, dan lain-lain ? Hari ini kita akan belajar dari Yusuf yang merasakan penderitaan untuk menolong keluarganya.

Yakub mempunyai 12 anak laki-laki, yaitu Ruben, Simeon, Lewi, Yehuda, Isakhar, dan Zebulon (ibu mereka ialah Lea), Gad dan Asyer (ibu mereka ialah Zilpa hamba Lea), Dan serta Naftali (ibu mereka ialah Bilha hamba Rahel), dan Yusuf serta Benyamin (ibu mereka ialah Rahel). Yusuf adalah anak kesayangan Yakub. Seharusnya Yakub tahu bahwa hal itu akan menimbulkan iri hati. Dia bahkan telah bertindak kurang adil dengan memberi baju yang sangat indah hanya untuk Yusuf saja. Pemberian itu membuat seluruh saudara Yusuf iri hati dan membencinya. Kebencian itu semakin bertambah karena Yusuf bermimpi, dan arti dari mimpinya itu menyatakan bahwa saudara-saudaranya itu sujud menyembah dia. Ketika Yusuf menceritakan mimpi itu, semua saudaranya marah dan bermaksud untuk membunuh dia. Akan tetapi Ruben diam-diam berharap menyelamatkan adiknya dan Ia membujuk saudara-saudaranya supaya jangan langsung membunuhnya. Dan ia mengusulkan untuk melemparkan dia ke dalam sumur kering. Namun hal itu tidak terwujud, sebab ketika itu beberapa pedagang yang hendak menuju Mesir lewat, lalu Yusuf pun akhirnya dijual kepada para pedagang untuk dijadikan budak, seharga 20 keping uang perak.

Di Mesir ia banyak melewati siksaan dan juga rayuan dari istri Potifar pegawai istana raja Firaun, tetapi dia tidak terpengaruh. Singkat cerita oleh karena kesetiaannya kepada Tuhan, ia berhasil mengartikan mimpi Raja ketika itu sehingga ia diangkat menjadi Gubernur yang mewakili Raja dalam memimpin seluruh negeri Mesir.

Negeri Mesir berlimpah bahan makanan dan terkenal negeri yang kaya berlimpah susu dan madu. Orang-orang Mesir memiliki makanan yang berlimpah. Dan sebagai seorang pemimpin di Mesir, Yusuf menyimpan banyak persediaan makanan. Pada suatu ketika terjadi musim kelaparan di Kanaan, hanya sedikit yang dapat dihasilkan dari ladang. Keluarga Yusuf juga ditimpa kelaparan, sehingga keluarga Yusuf sangat menderita karena persediaan makanan sedikit demi sedikit telah habis, dan pada suatu saat akan habis. Yakub berkata kepada anak-anaknya, “Aku dengar ada persediaan makanan di Mesir. Pergi dan belilah makanan untuk kita.” Mereka pun pergi dan menghadap pada saudaranya, Yusuf. Mereka bersujud persis seperti mimpi Yusuf. Yusuf langsung mengenal bahwa orang yang datang itu adalah saudara-saudaranya, namun saudara-saudaranya tidak tahu kalau yang mereka sembah adalah Yusuf saudaranya, oleh karena pakaian kemegahan yang telah dikenakannya. Yusuf memberi mereka makanan dan menyuruh mereka pulang tanpa mengatakan bahwa dia adalah Yusuf saudara mereka. Beberapa hari berlalu dan persediaan makanan pun telah habis. Saudara-saudara Yusuf kembali lagi ke Mesir untuk membeli makanan. Sekali lagi mereka bertemu dengan Yusuf dan menunduk pada Yusuf. Kali ini Yusuf mengaku di hadapan saudaranya. “Aku adalah Yusuf saudara kalian,” katanya. Saudaranya ketakutan sambil tercengang. “Yusuf akan menghukum kami karena telah menjualnya,” pikir mereka di dalam hati. Namun Yusuf tidak marah. Dia mencium semua saudaranya, hal ini menunjukkan bahwa dia telah memaafkan mereka. Yusuf berkata kepada saudaranya, “Masih ada lima tahun lagi masa kelaparan. Bawalah bapak ke sini dan semua keluarga kalian juga, aku akan mencukupi semua kebutuhan yang diperlukan”. Saudaranya pun pulang ke rumahnya dengan hati yang sangat bersukacita. Mereka berkata kepada bapaknya, Yakub, “Yusuf masih hidup! Dia telah menjadi pembesar di Mesir, dan banyak persediaan makanan yang disimpannya”. Mula-mula Yakub tidak percaya pada para putranya, sebab dia merasa berita itu terlalu indah untuk menjadi kenyataan. Dan untuk meyakinkan bapaknya, mereka menunjukkan harta yang dikirimkan oleh Yusuf untuk bapaknya. Yakub sangat bergembira dan ia menangis serta berkata: “Yusuf anakku masih hidup! Aku akan pergi dan melihat dia sebelum aku mati”. Yakub dan keluarganya pun pergi ke Mesir. Yakub sangat senang dapat bertemu dengan Yusuf kembali. Begitu juga dengan Yusuf, ia sangat bergembira melihat bapaknya dan saudaranya. Dan ia memberikan kepada mereka tanah dan rumah yang terbaik kepada mereka di Mesir. Dan akhirnya mereka bahagia hidup di Mesir dan mereka diberkati dengan banyak keturunan.

Dari cerita ini kita dapat melihat dan merasakan bahwa Yusuf adalah seorang pemuda yang baik dan diberkati TUHAN. Dia mau memaafkan saudara-saudaranya walaupun mereka telah berbuat tidak baik kepada Yusuf. Ia mau menderita sebagai budak belian, disiksa dan difitnah. Tetapi oleh karena kesetiaannya kepada Tuhan, ia tetap mengandalkan Tuhan sehingga Tuhan menolong dia dengan memberikan petunjuk kepada Yusuf sehingga Yusuf dapat menafsirkan mimpi Raja ketika itu. Akhirnya Yusuf menjadi penguasa di Mesir (orang kedua setelah Raja Firaun, raja Mesir). Walaupun ia menderita oleh karena saudara-saudaranya, tetapi ia tetap mau menolong saudara-saudaranya yang kelaparan. Dia memberikan tempat tinggal dan makanan yang berlimpah kepada keluarganya. Bagaimana dengan kita, apakah PERMATA GBKP mau seperti Yusuf, seorang yang mau memaafkan dikala orang berbuat salah kepadanya, seorang yang mau menolong dan peduli kepada orang-orang yang menderita, seorang yang tetap setia dan mengandalkan Tuhan disaat apapun yang terjadi dalam hidupnya ? Orang yang demikianlah pasti disayang Tuhan.

Sumber : Pdt. Mira Mutianta Sinulingga, S. Th

Post Terkait