Renungan Harian, 26 Februari 2019
Matius 6 : 25

"Karena itu Aku berkata kepadamu : Janganlah kuatir akan hidupmu, akan apa yang hendak kamu makan atau minum, dan janganlah kuatir pula akan tubuhmu, akan apa yang hendak kamu pakai. Bukankah hidup itu lebih penting dari pada makanan dan tubuh itu lebih penting dari pada pakaian ?"

Ketika berbicara soal kekuatiran, maka banyak sekali hal yang dikuatirkan di dunia ini. Keadaan ekonomi, masa depan, pasangan hidup dan masih banyak lagi. Bahkan terkadang kesemua hal itu bukannya datang silih berganti, namun dalam satu waktu.

Pada zaman yang katanya zaman akhir, semakin banyak kekuatiran kehidupan di dunia yang merasuki manusia untuk berbalik dari Tuhan. Banyaknya muncul keasikan dunia yang dianggap biasa padahal kesemuanya itu adalah membawa dosa. Manusia sering sekali berfikir instan, termasuk juga untuk Tuhan. Manusia yang diterpa masalah, lalu memohon kepada Tuhan namun selalu memberikan limit waktu berdasarkan dirinya. Ketika pada waktunya, jawaban belum ditemukan, kebanyakan dari mereka memilih untuk menempuh jalan pintas dan berbuat dosa. Karena itu, free sex atau narkoba sering sekali dijadikan jalan keluar yang ampuh, padahal melakukan kedua hal itu akan mendatangkan dosa dan hasilnya adalah maut.

Kekuatiran lainnya adalah bahwa manusia sering terjebak dalam rasa “gengsi yang berlebihan” dengan keinginan selalu ingin dihormati, yang pada akhirnya manusia menjadi sulit untuk menjadi dirinya sendiri. Kekuatiran akan rasa hormat yang terlalu tinggi juga menjadi dilema berkepanjangan, padahal dalam Kitab Yohanes 5 : 41, Yesus jelas sekali mengatakan “Aku tidak memerlukan hormat dari manusia.” Ini adalah perkataan Yesus untuk menjelaskan, Tuhan tidak membutuhkan hormat dari manusia, jika hati manusia itu sendiri menjauh dari Tuhan, karena bukti dari menghormati Tuhan adalah menjalankan perintahNya dan menjauhi laranganNya, bukan perkataan saja. Tuhan saja tidak memerlukan hormat manusia karena yang Tuhan inginkan adalah hati yang taat kepadaNya. Dengan memiliki hati yang taat, kita akan secara otomatis menghormati Tuhan. Tuhan mengajarkan kepada kita untuk saling menghormati sebagai sesama anak Tuhan, tetapi bukan “gila hormat”.

Firman Tuhan hari ini mengingatkan kepada kita untuk tidak kuatir pada setiap kebutuhan hidupmu, karena Firman Tuhan mengatakan “..Aku mengetahui, sebelum kamu meminta” (Matius 6 : 8). Jadi jangan pernah menyerah dan mencari jalan keluar secara dunia, tetapi tetaplah miliki iman yang berserah kepada Tuhan dalam Yesus Kristus. Lagipula, bukankah kekuatiran tidak akan mampu menambahkan sehasta saja pada jalan hidup kita ? (Matius 6 : 27).

Selanjutnya hal yang harus disadari adalah manusia pada dasarnya tidak akan mampu menjadi sempurna. Kita tidak boleh menjadi orang yang “berlagak kuat” dengan mengandalkan kekuatan sendiri untuk menjadi sempurna, karena kita akan merasakan kesempurnaan kehidupan, jika Tuhan Yesus yang berada di dalam kita. Menerima diri sendiri sebagai karya Tuhan akan memampukan kita untuk mengucap syukur senantiasa kepada Tuhan. Dalam kelemahan kita akan belajar untuk terus bersandar kepada Tuhan. Diri kita adalah spesial di mata Tuhan, karena itu Tuhan berkata Berfirmanlah Allah : “Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita..” (Kejadian 1 : 26). Sadarilah, kalau kita diciptakan Tuhan segambar dengan diriNya, sebagai bukti betapa berharganya kita bagi Tuhan. Jadi, tetaplah bersandar kepada Tuhan (Yeremia 17 : 7 – 8).

Hidup yang dimaksud dalam ayat ini dapat diartikan sebagai kehidupan bersama Tuhan, kehidupan dalam kebenaran. Artinya, Tuhan adalah hal terpenting dalam kehidupan kita, bukan makanan dan minuman.

Post Terkait