Renungan Harian, 27 Maret 2019
Yohanes 10 : 10 - 14

Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan.

Akulah gembala yang baik. Gembala yang baik memberikan nyawanya bagi domba - dombanya.

Sedangkan seorang upahan yang bukan gembala, dan yang bukan pemilik domba-domba itu sendiri, ketika melihat serigala datang, meninggalkan domba-domba itu lalu lari, sehingga serigala itu menerkam dan mencerai-beraikan domba-domba itu.

Ia lari karena ia seorang upahan dan tidak memperhatikan domba-domba itu.

Akulah gembala yang baik dan Aku mengenal domba-dombaKu dan domba-dombaKu mengenal Aku

Yesus adalah jalan keselamatan dan hidup. Domba diibaratkan sebagai kita dan Gembala adalah Tuhan Yesus sendiri. Tuhan Yesus adalah Gembala yang sejati.

Dalam ayat 10 dikatakan bahwa Yesus datang agar kita memiliki hidup dan mempunyainya dalam segala kelimpahan. Kelimpahan yang dimaksud adalah kelimpahan dalam Firman dan kelimpahan dalam melakukan Firman. Ketika kita melakukannya maka bukan saja berkat materi tetapi juga kita akan mengalami kelimpaham dalam berkat Rohani kita.

Tuhan Yesus lahir ke dunia dan orang majus datang membawa emas kemenyan dan mur. Ketiga barang ini adalah barang yang sangat berharga dan bernilai. Aplikasinya dalam kehidupan kita adalah kita boleh belajar untuk memberikan yang terbaik untuk Tuhan kita. Mereka memberikan segala yang berharga karena mereka mengetahui bahwa yang lahir adalah seorang Raja. Bila kita tahu bahwa Yesus adalah Raja, maka berikanlah yang terbaik selalu dalam kehidupanmu untuk kemuliaan Raja kita yaitu Tuhan Yesus. Memberikan yanh terbaik dalam persembahan dan menjadi pelaku Firman dalam kehidupan. Mur adalah wewangian yang sangat mahal pada masa itu, karena itu kita diajak untuk menjadi mur, dimana kita mampu menghasilkan perbuatan yang harum bagi kemuliaan nama Tuhan. Yesus adalah gembala yang baik (ayat 11)

Ayat 12 menjelaskan tentang seorang upahan bukanlah seorang gembala. Ketika domba-dombanya merasa terancam Ia akan lari dan bukan menolong. Yesus bukanlah seorang upahan namun Gembala yang baik. Ia memberikan nyawanya agar kita memiliki hidup. Ia memberikan nafasNya agar kita mampu bernafas dan memiliki kehidupan kekal. Karena Yesus kita dilepaskan dari dosa yang membawa kepada kematian kekal.

Yesus Kristus yang kita rayakan kelahiranNya pada hari ini bukanlah seorang bayi lagi, tetapi Ia adalah seorang anak Allah yang lahir, mati dan telah bangkit dari antara orang mati. Artinya Tuhan Yesus telah menang atas dosa. Ia telah mengalahkan maut yaitu kematian kekal dan bukti dari semua itu adalah kebangkitanNya. Karena itu kita harus mampu menjadi seorang yang dewasa secara iman yang memakan makanan keras dan bukan minum susu lagi. Memakan makanan keras maksudnya adalah pemahaman kita akan Firman Tuhan harus terus semakin mendalam dan bukan sekedarnya saja.

Seorang Gembala akan terus bertanggungjawab terhadap domba-dombanya. Ia akan memastikan bahwa seluruh dombanya aman, sejahtera dan nyaman. Yesus akan berada di depan pintu yang artinya Ia mengetahui ketika dombaNya keluar atau masuk, yang artinya seorang Gembala yang baik akan mengetahui apa yang terjadi kepada dombaNya. Pintu yang kokoh akan memberikan kenyamanan kepada dombaNya.

Gembala yang baik akan memiliki pintu yang kokoh. Pintu yang kokoh yang dimaksud adalah Firman Tuhan. Dia akan memberikan rasa aman, ketenangan dan damai kepada kita. Setiap orang yang tidak melalui pintuNya untuk lewat (memanjat) adalah seorang pencuri dan pencuri itu adalah iblis. Iblis sering sekali mencuri kemenangan kita, mencuri sukacita kita, rasa percaya kita, iman kita, dsb dan ia sangat senang bila kita menjauh dari Tuhan. Karena itu, nats hari ini mengingatkan kita untuk nelawan iblis dengan cara mendekat kepada Allah. Mendekat kepada Allah adalah merenungkan Firman Tuhan dan menjadi pelaku Firman Tuhan dalam kehidupan.

Beberapa ciri orang Kristen adalah ia memiliki damai dan sukacita dalam kehidupannya. No matter whap happen, damai dan sukacita tidak akan pernah menghilang dalam kehidupannya.

Gembala yang baik akan mempertaruhkan dirinya bahkan memberikan nyawanya untuk domba-dombanya. Dia taruh nyawaNya agar kita memiliki Kehidupan. Tuhan mengutus kita untuk menjadi gembala ke tengah-tengah serigala, karena itu kita harus cerdik dan tulus dan ketulusan berasal dari hati (Matius 10 : 16).

Yang dikatakan Gembala adalah seorang Pendeta, pelayan Tuhan, pertua diaken, pengurus Gereja. Yang dikatakan Gembala adalah seorang yang mempergunakan karunia/talentanya. Dan untuk menjadi Gembala yang baik dibutuhkan sikap rela berkorban dan Yehezkiel 34 : 15 – 16.

Post Terkait