Renungan Harian, 10 Juli 2019
1 Korintus 13 : 4- 7

Kasih itu sabar, kasih itu murah hati, ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong.

Ia tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri. Ia tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain.

Ia tidak bersukacita karena ketidakadilan, tetapi ia bersukacita karena kebenaran.

Ia menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu.

Setiap orang yang mengaku percaya kepada Allah, harus mengenal kasih dan mempratekkannya dalam kehidupan.

Lalu mengapakah kita harus mengasihi ?

Saudara-saudaraku yang kekasih, marilah kita saling mengasihi, sebab kasih itu berasal dari Allah dan setiap orang yang mengasihi, lahir dari Allah dan mengenal Allah (1 Yohanes 4 : 7).

Kasih tidak berkesudahan, nubuat akan berakhir, bahasa roh akan berhenti, pengetahuan akan lenyap. Sebab pengetahuan kita tidak lengkap dan nubuat kita tidak sempurna. Tetapi jika yang sempurna tiba, maka yang tidak sempurna itu akan lenyap (1 Korintus 13 : 8 – 10).

Sifat kasih adalah kekal. Ia tidak berkesudahan. Kasih adalah sikap yang akan ada di Surga, karena kasih berasal dari Allah.

Karena itu, jika Surga adalah tujuan kita kelak, maka kasih harus menjadi sebuah sikap dalam kehidupan kita. Karena apa yang kauikat di bumi akan terikat di Sorga dan apa yang kau lepaskan di dunia akan terlepas di Sorga (Matius 16 : 19)

Mengaku mengenal Allah ? Lakukan kasih. Tanpa itu, pengenalan kita akan Allah hanya sekedar omongan saja.

Post Terkait