Renungan Harian, 13 Juli 2019
1 Petrus 5 : 5 - 6

“ Karena itu rendahkanlah dirimu di bawah tangan Tuhan yang kuat, supaya kamu ditinggikan pada waktuNya.”

Pada renungan harian sebelumnya, kita telah belajar tentang apa itu arti rendah hati. Sedikit mengulang bahwa sikap rendah hati dapat diartikan sebagai sikap yang menganggap penting Tuhan dalam kehidupannya. Aplikasi dari sikap ini adalah seseorang dapat menerima  apapun rancangan Tuhan bagi kehidupannya dan percaya bahwa rancangan Tuhan adalah rancangan yang mendatangkan kebaikan. Sikap rendah hati juga berarti sebagai seorang anak Tuhan, kita dapat menerima diri sendiri dan bangga akan diri sendiri sebagai bentuk kita menerima bahwa kita adalah ciptaan tangan Tuhan. Sikap rendah hati juga sikap yang tidak membalas ketika dicaci maki, diperlakukan tidak adil atau sebagainya, karena kita tahu ada Tuhan yang akan membela kita.

Diperlukan ketulusan hati untuk memunculkan sikap rendah hati dan ini adalah proses belajar secara terus menerus dalam kehidupan, namun Tuhan katakana “Berbahagialah orang yang terus menerus diperbaharui oleh Firman Tuhan” (Kolose 3 : 20)

Firman Tuhan hari ini mengajarkan kepada kita, untuk merendahkan diri di bawah tangan Tuhan yang kuat, supaya kamu ditinggikan pada waktuNya. Merendahkan diri disini bermaksud dengan sikap rendah hati dan ketulusan, kita menganggap bahwa Tuhan yang yang terpenting dalam hidup kita. Tentang kasih, pengharapan dan perjalanan kehidupan, kita tetap bersandar kepada Tuhan dan kita selalu menyadari bahwa kita tidak akan sanggup hidup tanpa Tuhan, walau apapun yang sedang terjadi dalam kehidupan kita.

Dan pada akhirnya, Tuhan sangat menyanyangi orang yang rendah hati dan menentang orang yang congkak dan pada waktuNya, orang-orang yang rendah hati akan ditinggikan Tuhan pada waktuNya.

Post Terkait