Renungan Harian, 20 Agustus 2019
Amsal 28 : 14

“ Berbahagialah orang yang seantiasa takut akan Tuhan, tetapi orang yang mengeraskan hatinya akan jatuh ke dalam malapetaka."

Syalom, semangat pagi PERMATA!

Firman Tuhan hari ini mengajarkan kepada kita untuk senantiasa takut akan Tuhan dan tidak mengeraskan hati. Well, kira-kira apakah kita tahu pengertian takut akan Tuhan ? Hmm..,

Dalam Amsal 8 : 13 mengatakan bahwa “Takut akan Tuhan ialah membenci kejahatan,aku benci kepada kesombongan, kecongkakan,tingkah laku jahat dan mulut penuh tipu muslihat.” Sangat jelas dikatakan bahwa orang yang takut akan Tuhan adalah orang-orang yang membenci kejahatan. Kejahatan yang dimaksud adalah dengan melakukan dosa dan dosa merupakan pelanggaran terhadap hukum Allah (1 Yohanes 3 :4). Ada banyak hukum Allah, namun secara sederhana dosa merupakan keinginan untuk melakukan keinginan daging, keinginan mata serta keangkuhan hidup (1 Yohanes 2 : 16). Selanjutnya, kejahatan yang dimaksud dalam Amsal ini adalah kesombongan, kecongkakan, tingkah laku jahat dan mulut penuh tipu muslihat. Jadi, setiap orang yang mengaku takut akan Tuhan, tidak akan melakukan dosa.

Di banyak Kitab Amsal dan Mazmur juga banyak mengartikan bahwa takut akan Tuhan adalah awal dari permulaan pengetahuan (Amsal 1: 7) dan dikatakan bahwa setiap orang yang takut akan Tuhan akan berbahagia (Mazmur 112 : 1). Artinya, dengan takut akan Tuhan, setiap orang akan menerima pengetahuan yang baik, hikmat serta didikan dari Tuhan ke dalam dirinya dan ia akan menjadi orang-orang yang berbagia di dalam Tuhan.

Selain takut akan Tuhan, kita belajar tentang arti mengeraskan hati. Arti mengeraskan hati adalah setiap orang yang sudah mengetahui tentang hukum dan perintah Allah, namun tetap juga melanggarnya dan tidak mau melakukannya. Dan kepada orang yang mengeraskan hati, Tuhan katakana dalam FirmanNya, ia akan mendapatkan malapetaka. Contoh tokoh dalam Alkitab yang mengeraskan hati adalah Raja Firaun pada zaman Musa. Ketika Musa diutus Tuhan untuk membebaskan bangsa Israel dari Mesir, Tuhan menyuruh Musa untuk menghadap Firaun dan mengatakan permintaan tersebut, namun Firaun mengeraskan hati dan tidak mau mendengarkan Musa, sehingga pada akhirnya Tuhan menurunkan berbagai macam tulah kepada orang Mesir. Inilah malapetaka yang harus diterima sebagai akibat mengeraskan hati bagi bangsa Mesir.

PERMATA, yuk kita belajar semakin memiliki sikap takut akan Tuhan dan tidak mengeraskan hati.

Post Terkait