Renungan Harian, 02 September 2019
Roma 12 : 17 – 18

“Janganlah membalas kejahatan dengan kejahatan, lakukanlah apa yang baik bagi semua orang!

Sedapat-dapatnya, kalau hal itu bergantung padamu, hiduplah dalam perdamaian dengan semua orang!".

Syalom PERMATA, semangat pagi dan salam “I love Monday” !

Damai adalah salah satu karakter Kristus yang harus kita teladani dan hidupi di dalam kehidupan kita. Damai bukan berarti tidak ada masalah dalam kehidupan, namun dengan damai maka kita tidak akan menjadi pribadi yang grasak grusuk karena suatu hal atau masalah. Damai tidak hanya ketika segala sesuatu berjalan dengan baik, namun dalam keadaan kacau sekalipun, hal pertama yang harus dipikirkan dan dipastikan harus ada adalah bagaimana merasakan damai di dalam diri.

Pada masa sekarang ini, sesuatu yang tidak damai bukan berasal dari Allah, sama seperti halnya dengan galau, menyimpan kebencian atau akar pahit. Firman Tuhan hari ini mengingatkan kepada kita untuk tidak membalas kejahatan dengan kejahatan. Maksud dari ayat ini bukan berarti tidak boleh menegur atau diam saja ketika diperlakukan jahat. Namun, hal yang perlu kita pastikan dari diri kita adalah pertama, kita harus pastikan bahwa kita bukanlah yang menjadi sumber kejahatan yang terjadi dan kedua, ketika kejahatan dari seseorang terjadi dalam hidup kita, maka hal yang perlu kita pastikan adalah jika harus menegur, tegurlah dengan kasih dan jangan menegur dengan tujuan untuk membalas kejahatan yang diperbuatnya kepada kita. Namun jika harus memilih diam dan tenang, maka diam dan tenanglah dan hal yang terakhir yang harus kita lakukan adalah mendoakannya. Berdoa untuknya berarti menginginkan kebaikan baginya dan bukan berdoa untuk menyuruh Tuhan membalasnya, karena doa untuk membalas kejahatan bukanlah doa orang Kristen. Serahkanlah semuanya kepada Tuhan, maka di waktuNya Tuhan, Tuhan sendirilah yang akan bertindak. Dan tentu saja, semuanya harus berlandaskan kasih.

Jika segala sesuatu bergantung kepadamu, artinya jika engkau harus menjadi penentu dalam setiap keputusan dalam kehidupan, maka hal mendasar yang harus kita ingat adalah berfikirlah positif dan keputusan yang akan kita ambil adalah keputusan yang akan membawa kedamaian bagi semua orang.

Teman, tidak ada katanya orang yang memikirkan Tuhan dalam hidupnya tanpa melihat hal-hal positif terlebih dahulu dari setiap kejadian yang terjadi, karena Tuhan selalu menginginkan perdamaian bukan kecemaran atau kejahatan. Dengan mempertahankan rasa damai dalam hati kita, maka kita akan dimampukan Tuhan untuk melihat setiap masalah dan pergumulan kehidupan dari sisi bijaksanaNya Tuhan, karena hikmat dan kebijaksanaan dari Tuhan akan turun kepada setiap orang yang memintanya kepadaNya.

PERMATA, yuk kita semakin belajar menjadi agen-agen perdamaian bagi dunia demi kemuliaan nama Tuhan kita,Yesus Kristus, karena PERMATA adalah Persadan Man Anak Gerejanta.

Salam Damai dalam nama Tuhan kita, Yesus Kristus

Post Terkait