Renungan harian, 16 Oktober 2018
Kolose 3 : 14

Dan diatas semuanya itu : kenakanlah kasih, sebagai pengikat yang mempersatukan dan menyempurnakan
Masih tentang bagaimana kita belajar tentang kasih, di renungan sebelumnya, kita belajar bagaimana kita menerima diri sendiri sebagai ciptaan istimewa-nya Tuhan. Kali ini kita belajar, bahwa kasih adalah suatu hal yang mempersatukam dan menyempurnakan.
Allah adalah kasih. Kasihnya tidak berkesudahan. Karena itu, menerapkan kasih Allah dalam kehidupan adalah suatu cara untuk mempersatukan dan menyempurnakan. Kita adalah manusia yang tidak akan pernah sempurna, tetapi ketika kita hidup dalam kasih Allah, maka itulah kesempurnaan yang sebenarnya.
Kasih Allah itu sabar, murah hati, tidak cemburu, tidak memegahkan diri dan tidak sombong, tidak melakukan yang tidak sopan, tidak mencari keuntungan sendiri, tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain, tidak bersukacita karena ketidakadilan namun karena kebenaran, menutupi segala sesuatu (banyak melakukan kasih menutupi dosa), percaya segala sesuatu (percaya kepada semua hal yang dari Tuhan), mengharapakan segala sesuatu (memiliki pengharapan bersama Tuhan) dan sabar menanggung segala sesuatu (sabar ketika menghadapi ujian kehidupan karena ia percaya ujian terhadap iman akan menimbulkan ketekunan dan ketika ketekunan sudah mencapai buah yang matang, maka ia akan menjadi sempurna di dalam Kristus dan tidak akan kekurangan suatu apapun (Yakobus 1 : 3 -4)).
Sudahkah kasih seperti ini ada di dalam diri kita ?

Post Terkait