Renungan Harian, 12 Oktober 2018
1 Yohanes 4 : 10

Inilah kasih itu: Bukan kita yang telah mengasihi Allah, tetapi Allah yang telah mengasihi kita dan yang telah mengutus anakNya sebagai pendamaian bagi dosa dosa kita.

→ Allah sangat mengasihi kita sehingga kematian dan kebangkitan Tuhan Yesus adalah bukti karya kasih dan penyelamatan anak anak Allah.

Ibrani 12 : 6, karena Tuhan menghajar orang yang dikasihiNya, dan Ia menyesah orang yang diakuiNya sebagai anak.

→ Inilah kasih itu. Kasih Allah sangat berbeda dengan kasih dunia. Menghajar memiliki arti melebur sampai kedalam dalam diri kita sehingga hati kita benar-benar akan dimurnikan sesuai dengan kehendak Bapa. Yang dilewati adalah kesengsaraan yang menimbulkan ketekunan, ketekunan yang menimbulkan tahan uji, dan tahan uji yang menimbulkan pengharapan (Roma 5 : 3 – 4).
Ketika kita dalam kesengsaraan, Tuhan bilang kita harus bermegah. Nah looo..?? Luar biasa kan ? Karena apa kita bermegah ? Karena itu akan menghasilkan pengharapan kepada Tuhan yang tidak akan mengecewakan. Yang perlu kita lakukan adalah tetap tekun sehingga hasilnya adalah kebiasaan yang tahan uji (Ibrani 10 : 19 – 29).
Tidak ada orang yang dikasihi Allah yang tidak mengalami hajaran dan penyesahan, sebab itulah bukti kasih Allah kepada kita.

Wahyu 3 : 19, Barangsiapa Kukasihi, ia Kutegor dan Kuhajar; sebab itu relakanlah hatimu dan bertobatlah!

Ibrani 12 : 5, Dan sudah lupakah kamu akan nasihat yang berbicara kepada kamu sepeeti kepada anak anak : “Hai anakku, jangalah anggap enteng didikan Tuhan, dan janganlah putus asa apabila engkau diperingatkanNya.

→ Didikan Tuhan adalah hajaran dan penyesahan hingga kita jera..wow..! Pasti tidak enaki bila dipikirkan secara dunia, jadi jangan pikirkan..! tetapi renungkanlah dengan iman. Tanpa didikan dan penyesahan , kita tidak akan mengenal kasih Allah..

Lalu apa hasil didikan Tuhan ?
→ Yang berhasil dan bertahan, Kehidupan Kekal menanti pasti..

 

Post Terkait