Belajar berjalan dengan iman

Renungan Harian, 14 Agustus 2018
2 Korintus 5 : 7, 14 - 17

Sebab kasih Kristus yang menguasai kami, karena kami telah mengerti bahwa jika satu orang sudah mati untuk semua orang, maka mereka semua sudah mati dan Kristus telah mati untuk semua orang, supaya mereka yang hidup, tidak lagi hidup untuk dirinya sendiri, tetapi untuk Dia, yang telah mati dan dibangkitkan untuk mereka.

Sebab itu kami tidak lagi menilai seorang juga pun menurut ukuran manusia. Dan jika kami pernah menilai Kristus menurut ukuran manusia, sekarang kami tidak lagi menilaiNya demikian.

Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru, yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang. Sebab hidup kami ini adalah hidup karena percaya, bukan karena melihat.

Terbukti..! Bahwa Yesus Kristus tidak bisa dinilai secara pemikiran manusia, karena kekuatan akal piker manusia  terlalu kecil untuk mengerti Tuhan yang begitu besar. Menyembuhkan orang sakit hanya dengan mencelik mata orang yang sakit, ketika menyentuh jubahNya saja, seorang wanita yang pendarahan dua belas tahun menjadi sembuh, menghidupkan orang mati, menenangkan angin ribut, mengusir setan, memberi makan lima ribu orang hanya dengan lima roti dan dua ikan, berhikmat, mati bahkan bagkit pada hari yang ketiga. Wow..!! Hanya Tuhan Yesus, satu-satunya Tuhan yang mampu melakukan ini dan tentu saja bila kita hidup di dalamNya, tidak ada yang mustahil bagi kita untuk meneladani semuanya ini. Jadi bagaimana kita mampu mengerti kalau kita hanya mengandalkan logika. Tidak mungkin teman. Karena itu Yesus Kristus harus kita mengerti dengan iman dan dalam Ibrani 11 : 1 mengatakan Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang TIDAK KITA LIHAT dan iman akan bertumbuh di dalam pengenalan akan Kristus (Kolose 2 : 7 ; Kolose 1 : 10)

Manusia dunia percaya karena melihat, namun iman, percaya pada sesuatu yang tidak kita lihat.

Post Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.