Renungan Harian, 03 April 2019
Lukas 11: 27 - 28

"Tetapi Ia berkata : "Yang berbahagia ialah mereka yang mendengarkan Firman Allah dan yang memeliharanya." (Lukas 11 : 28)
Jika dirunut Lukas 11 berbicara tentang hal berdoa dan bagaimana Tuhan Yesus mengusir roh jahat. Bila kita ambil sebuah kesimpulan maka kita akan mendapatkan sebuah makna yaitu siapa yang berada di dalam Dia, akan berbahagia.
Firman Tuhan hari ini mengajarkan kepada kita tentang sebuah kata “bahagia”. Kata Tuhan, siapa yang mendengarkan FirmanKu dan memeliharanya, ia akan menjadi orang-orang yang berbahagia. Mendengarkan Firman Tuhan berarti kita rajin untuk membaca Alkitab, sebagai sumber kebenaran sejati dan memeliharanya berarti kita merenungkan Firman itu siang dan malam serta melakukannya. Menjadi pelaku Firman berarti kita akan menjadi orang yang berbahagia.
Lalu apa maksudnya ?
Firman Tuhan adalah sumber kekuatan dan kebenaran sejati. Misalnya saja, ketika berbeban berat, kita akan tetap menjadi orang yang berbahagia, karena kita tahu Firman Tuhan dalam 1 Korintus 10 : 13 mengatakan segala pencobaan yang kita alami adalah pencobaan biasa bahkan lebihnya lagi Tuhan katakan ketika kita dicobai, Tuhan memberikan jalan keluar kepada kita sehingga kita dapat menanggungnya. Amin-kan saja Firman ini dalam kehidupan kita maka inilah yang akan terjadi. Bukankah apa yang Tuhan Yesus perkatakan itulah yang terjadi, maka seperti itu jugalah kuasa yang diberikan Tuhan kepada kita. Perkatakan saja Firman, maka Firman itu disertai dengan iman, akan menjadi kekuatan yang sebenarnya. Ketika kita merasa kuatir akan kehidupan, Firman Tuhan menasehatkan kepada kita untuk tidak kuatir dan Tuhan berkata “serahkanlah segala kekuatiranmu kepadaNya, sebab Ia yang memelihara kamu..” (1 Petrus 5 : 7). Wow..! Bukankah Firman ini mengajarkan kepada kita ketika banyak kekuatiran dunia datang, kita tidak perlu kuatir karena kita tahu ada Tuhan yang memelihara kita, sebaliknya, “nyatakanlah dalam segala hal keinginanku kepada Allah dalam doa dan permohonan ucapan syukur.” (Filipi 4 : 6) dan yang lebihnya lagi, bahkan dalam kekuatiran Tuhan ingin kita tetap memiliki pikiran Kristus yang terdapat dalam Filipi 4 : 8. Kita hanya perlu melakukan apa yang Tuhan perintahkan kepada kita dan untuk segala sesuatu yang tak mampu kita pikirkan, serahkanlah sepenuhnya kepada Tuhan.
Begitulah maksudnya kita memelihara Firman Tuhan dalam kehidupan kita. Dan bila kita benar-benar melakukannya, bukankah bagian kita adalah berbahagia di dalam Tuhan ?
PERMATA, percayalah tetap kepada Tuhan dan berbahagialah di dalamNya.

Post Terkait