Renungan Harian, 23 Juli 2019
Matius 11:28-30

“Marilah kepada-Ku,semua yang letih lesu dan berbeban berat,Aku akan memberi kelegaan kepadamu.” (Matius 11 : 28)

Siapa sih yang tidak memiliki beban hidup di dunia ini. Walau se-kaya atau se-sukses apapun seseorang, ia tetap memiliki beban hidup. Ada sebuah kisah dimana seorang wanita merasa sangat sedih. Dia merasa sangat buruk sebab semua percobaan menghampiri hidupnya, keluarga yang terpecah belah, prestasi yang menurun dan juga pengkhianatan yang ia terima dari sahabat-sahabatnya. Ia merasa sangat sedih, marah dan juga kecewa pada setiap kejadian yang menimpanya.  Ia merasa hidupnya tidak berarti, tidak ada yang menginginkan kehadirannya. Saat kita berada di posisi wanita itu langkah apa yang akan kita ambil? apakah kita akan putus asa dan meninggalkan Tuhan atau kita mencoba untuk berdamai dengan keadaan dan meminta bantuan Tuhan untuk menghadapi setiap pergumulan yang kita alami?

Saat kamu mengambil keputusan untuk meninggalkan Tuhan dan menganggap Tuhan tidak mengerti duka yang kamu hadapi maka kamu salah besar. Tuhan tahu semua yang kamu rasakan dan ia ingin engkau lebih dekat pada-Nya sehingga Ia ingin menyadarkan engkau melalui setiap cobaan yang engkau alami karena cobaan itu bertujuan untuk membentuk kepribadiaanmu dan memperkuat imanmu pada Kristus. Jadi, saat cobaan menghampirimu, langkah yang tepat yang bisa kamu lakukan yaitu meminta pertolongan Tuhan seperti tertulis dalam kitab Matius 11:28. Tuhan akan memberi jalan keluar dari setiap permasalahanmu dan ingat satu lagi, Tuhan tidak akan memberi cobaan melebih batas kemampuanmu.

Ayub adalah tokoh Alkitab yang mampu menjadi teladan kita karena kemampuannya untuk berdamai dengan keadaan. Ayub adalah sosok yang memiliki iman yang teguh dalam menghadapi pergumulan hidup.  Ia harus kehilangan anak, istri, keluarga, sahabat dan juga harta yang ia miliki. Tidak sampai disitu saja, ia juga menderita penyakit yang menjijikkan, membuat semua orang menjauhinya. Tapi, karena kekuatan iman-nya ia mampu berdamai dengan keadaan yang ia alami dan mengganggap semua yang ia miliki adalah milik Tuhan yang Tuhan titipkan padanya. Jadi jika suatu saat Tuhan mengambilnya maka ia dengan senang hati akan memberikannya.

Mampukah kita seperti ayub? Disaat ada masalah masihkah kita bisa bersyukur?. Agar semua itu bisa terwujud maka ingatlah bahwa Tuhan selalu bersamamu dalam setiap perjalanan kehidupanmu. Saat engkau menapaki kehidupanmu Ia tetap menyertaimu, Ia berjalan didepan dan dibelakangmu. Saat engkau mulai tersesat maka lihat-lah Tuhan yang berjalan di depanmu dan ikutilah langkahNya menuju jalan kebenaran. kata Yesus kepadanya; Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa kalau tidak melalui aku (Yoh 14:6)

Saat engkau mulai takut pada perjalanan kehidupanmu ingatlah bahwa Tuhan selalu bersamamu, PERMATA. Berjalan dibelakangmu untuk melindungimu. Tuhan juga akan mengulurkan tangan-Nya pada orang-orang yang membutuhkan pertolongan-Nya.Ia memberikan tangannya kepada yang tertindas, mengulurkan tangannya kepada yang miskin (Amsal 31:20).

Sebelum bisa berdamai dengan keadaan cobalah kuatkan iman percaya terlebih dahulu dan coba berdamai dengan diri sendiri dan orang di sekitar kita. Cobalah mengerti keadaan orang lain, ubahlah pola pikir menjadi positive thinking, teguhlah dalam imanmu, dan ingat bahwa akan selalu ada Tuhan yang menggenggam erat tanganmu serta membawamu terbang melewati lautan pergumulan hidup. Semangat terus, ya PERMATA.

Sumber : Anggita Sinaga, PERMATA GBKP Runggun Bangun Purba, Klasis Lubuk Pakam

Post Terkait