Renungan Harian, 22 Juni 2019
Roma 12 : 3

"Berdasarkan kasih karunia yang dianugerahkan kepadaku, aku berkata kepada setiap orang di antara kamu : Janganlah kamu memikirkan hal-hal yang lebih tinggi dari pada yang patut kamu pikirkan, tetapi hendaklah kamu berfikir begitu rupa, sehingga kamu menguasai diri menurut ukuran iman, yang dikaruniakan Allah kepada kamu masing-masing."

Keselamatan adalah sebuah anugerah yang diberikan Tuhan kepada kita. Kebaikan manusia, sebanyak apapun yang dilakukannya, tidak akan mampu membayar keselamatan yang diberikan Tuhan kepada kita melalui penyaliban Kristus. Namun wujud nyata, kita telah diselamatkan adalah dengan melakukan perbuatan baik dan benar seturut dengan Firman Tuhan. Keselamatan adalah anugerah yang diberikan Tuhan secara cuma-cuma karena kasihNya yang begitu besar.

Firman Tuhan hari ini mengajarkan bahwa wujud nyata kita telah menerima keselamatan adalah memberitakan Injil Kerajaan Surga, agar semakin banyak orang mengenal Tuhan dan memeproleh keselamatan. Di dalam kehidupan, hari ini, Tuhan mengajarkan kepada kita untuk tidak memikirkan hal-hal yang lebih tinggi dari pada yang patut kita pikirkan. Dalam diri kita, ketika memberitakan kabar baik, ada dua hal yang sangat berpengaruh besar, yaitu Tuhan dan kita. Karena itu, lakukan saja apa yang menjadi kapasitas kita. Hal-hal yang sudah sepatutnya kita pikirkan yang menjadi kapasitas kita adalah semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar dan semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji (Filipi 4 : 8). Inilah bagian kita.

Hal-hal yang lebih tinggi daripada itu, kita tidak patut pikirkan. Selanjutnya, kita harus berjalan sesuai dengan ukuran iman yang ada. Tuhan katakan dalam FirmanNya hari ini, untuk kita selalu belajar menguasai diri menurut ukuran iman. Dikatakan pengertian iman dalam Ibrani 11 : 1 mengatakan “ Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat. Berjalan dengan iman berarti di dalam kehidupan kita harus dapat menguasai diri untuk tetap teguh bersandar kepada Tuhan dan FirmanNya.

Sebagai contoh, seringsekali anak muda terlalu membandingkan kehidupannya dengan orang lain, lalu ia mulai mengeluh kepada Tuhan, ketika kehidupannya penuh dengan pergumulan dan ia mulai meragukan Tuhan sebagai perancang masa depannya. Jika kita sedang melalui hal ini, Tuhan katakan “Tetaplah percaya kepadaKu, karena di dalamKu, masa depan sungguh ada dan pengharapanmu tidak akan hilang”. Berjalan dengan iman, berarti kita mengaminkan Firman Tuhan itu akan terjadi di dalam kehidupan kita, walaupun kini kita belum melihat apa-apa, tetapi kita yakin dan percaya, ketika kita tetap hidup teguh di dalam Tuhan, Tuhan akan menepati setiap janjiNya kepada kita. Berjalanlah tetap bersama Tuhan, lakukan kapasitas pelayanan kita dengan baik dan benar, milikilah hubungan yang erat dengan Tuhan, maka percayalah, tepat di waktuNya Tuhan, masa depan yang cemerlang akan menjadi milik kita.

Selanjutnya, Tuhan  juga mengingatkan kita untuk melayaniNya dengan karunia yang telah dianugerahkanNya kepada kita. Jika karuniamu adalah mengajar (berkata kata dengan hikmat dan berkata-kata dengan pengetahuan)  dan bernubuat, maka lakukanlah. Melayanilah dengan mengajar Firman Tuhan. Tujuan karunia mengajar dan bernubuat adalah untuk membangun, menasihati dan menghibur (1 Korintus 14 : 3). Jika   karuniamu untuk menyembuhkan, sering-seringlah pergi ke Rumah Sakit dan mendoakan orang yang sakit serta menghibur mereka. Ada banyak karunia yang diberikan Tuhan kepada kita, dan ketika kita mampu melakukannya dengan penuh tanggungjawab, maka Tuhan akan mempercayakan banyak karunia yang akan ditambahkanNya kepada kita, namun jika kita tidak melayani selama kita di dunia dan hanya nyaman dengan kehidupan pribadi, Tuhan sendiri yang akan mengambil karunia yang sudah diletakkanNya di dalam diri kita dan lebihnya lagi, pada saatnya nanti, kita akan mempertanggungjawabkan setiap hal yang kita lakukan. Jadi, melayanilah dengan iman, pergunakan karunia yang ada di dalam dirimu dan nyatakan kebesaran Tuhan di dalam kehidupan dan bagi kehidupan, supaya setiap orang memiliki cahaya kehidupan. Inilah identitas kita PERMATA.

Post Terkait