Renungan Harian, 13 Oktober 2018
Matius 6 : 27 

Siapakah diantara kamu yang karena kekuatirannya dapat menambahkan sehasta saja pada jalan hidupnya ?

Kalau soal kekhawatiran, perkara dunia ini sangat banyak, pasangan hidup, pekerjaan, masa depan, keuangan, keluarga dan masih banyak lagi.

Tapi nats hari ini mengajarkan kepada kita untuk STOP memikirkan semua itu.Mungkin kita akan segera berkata : Haa?? Mana mungkin..?? Kita kan masih hdiup di dunia, ya pasti ada lah kekhawatiran.

Well, nats hari ini mengajarkan untuk TIDAK perlu khawatir, karena khawatir TIDAK akan menghasilkan apa-apa. Lalu pertanyaan selanjutnya..trus gimana ?? Apa yang harus dilakukan ?? Coba baca Ibrani 12 :1-3.

Amsal 3 : 5-7 mengatakan, Percayalah kepada Tuhan dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri.

Akuilah Dia dalam segala lakumu, maka Ia akan meluruskan jalanmu.

JANGANLAH engkau menganggap dirimu sendiri bijak, takutlah akan Tuhan dan jauhilah kejahatan.

Jadi, bila kita sudah mempercayakan seluruh kehidupan kita kepada Tuhan, maka biarlah Tuhan yang akan mengerjakan bagian Tuhan dan percayalah kita akan digerakkan Tuhan seturut kehendakNya..bila kita percaya seratus persen. Selebihnya, kerjakan saja apa yang menjadi bagian kita (Nah, di bagian inilah kita harus bertanggungjawab).

Misalnya saja, kesaksian seorang gadis yang mulai khawatir ketika di usia 30 thn tidak memiliki pasangan, lalu karena desakan keluarga dan lingkungan, akhirnya dia berkata akan menikah dengan siapa saja.., heeyy..! Firman Tuhan mengatakan JANGANLAH bersandar kepada pengertianmu sendiri. Bersyukurnya tidak ada yang datang pada saat itu, tetapi akhirnya dia merasa lelah dan tidak berfikir tentang masalah itu lagi. Ketika dia tidak benar-benar khawatir lagi, akhirnya Tuhan mempertemukannya dengan seorang pria dan menikah di usia 38 Tahun.

Tidak ada yang salah ketila engkau belum mendapatkan jodoh di usia 38 tahun, Daripada karena khawatir, engkau pada akhirnya memilih orang yang salah hanya karena malu pada status ? Lebih baik engkau jomblo dan terus mengerjakan bagianmu hingga saat Tuhan berkenan menjawab doamu, Ia akan memberikan seseorang yang terbaik. Waktu Tuhan tidak akan pernah sama kepada setiap orang.

Menurut ukuran dunia menikah di usia 38 tahun mungkin sudah terlambat, tetapi untuk apa yang dipersatukan Tuhan, tidak ada kata terlambat.! Bukankah bersama Tuhan indah pada waktunya.

Ketahuilah jalan Tuhan tidak terselami. Lalu bila kita berkata sudah sepenuhnya percaya kepada Tuhan , tetapi masih mengandalkan pikiran kita, maka Tuhan tidak akan mengerjakan bagianNya dalam kehidupan dan membiarkan kita hingga lelah dan berbalik kepada Tuhan sampai kita percaya penuh.

Percayalah kepada Tuhan dengan sepenuh hati, maka Ia akan bertindak.

Post Terkait