Renungan Harian, 30 Januari 2019
Hati yang gembira adalah obat yang manjur, tetapi semangat yang patah mengeringkan tulang

Amsal 17 : 22

Kitab Amsal adalah kitab yang penuh dengan nasehat untuk hidup di dalam Tuhan. Jika ingin mendapatkan hikmat dan kebijaksanaan berlandaskan Firman Tuhan, maka Kitab Amsal adalah salah satunya. Hari ini kita belajar bahwa hati yang gembira adalah obat yang manjur. Artinya manjur adalah ampuh, atau dapat menyembuhkan. Jadi, hati yang gembira dapat menyembuhkan.

Selanjutnya, semangat yang patah dapat mengeringkan tulang. Artinya, Tuhan tidak ingin kalau anak-anakNya menjadi orang yang tidak semangat dalam kehidupan. Amsal 18 : 14 mengatakan bahwa “Orang yang bersemangat dapat menanggung segala penderitaanya, tetapi siapa yang akan memulihkan semangat yang patah ?. Yes, Firman Tuhan katakan bahwa setiap anak Tuhan harus menjadi orang yang selalu bersemangat. Sebagai anak muda yang merupakan rudang-rudang Gereja, tentunya semangat kita di dalam Tuhan harus semakin meningkat hari demi hari.

Percayalah, Firman Tuhan dalam Yesus Kristus selalui iya dan amin (2 Korintus 1 : 20. Jika kehidupanmu saat ini sedang ragu akan masa depan, maka ingatlah Amsal 23 : 18 yang mengatakan bahwa “masa depan sungguh ada dan pengharapanmu tidak akan hilang”. Karena Firman ini, bersemangat-lah meraih masa depan bersama Tuhan dengan tetap melakukan kapasitas  kita di dalam kehidupan. Ketika engkau merasa jalanmu seakan buntu dan mem-batu, jangan pernah menyerah..! Ketahuilah bahwa sebelumnya Nabi Habakuk juga pernah merasakannya, namun ia tetap memandang bahwa Tuhan adalah kekuatannya. Dalam ratapannya, ia berdoa dan mengatakan “Sekalipun pohon ara tidak berbunga, pohon anggur tidak berbuah, hasil pohon zaitun mengecewakan, sekalipun ladang tidak menghasilkan bahan makanan, kambing domba terhalau dari kurungan dan tidak ada lembu sapi dalam kandang, namun aku akan bersorak sorak di dalam Tuhan, beria-ria di dalam Allah yang menyelamatkan aku. Allah itu KEKUATANKU. Ia membuat KAKIKU seperti KAKI RUSA (yang mengartikan kecepatan dan ketepatan), Ia membiarkan aku berjejak di bukit-bukitku (Habakuk 3 : 1 – 19)”.

Soo PERMATA, sudahkah tersenyum semangat hari ini ?

Post Terkait