Renungan Harian, 23 Juni 2019
Matius 11 : 25 – 30

“Marilah kepadaKu, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu” (Matius 11 : 28)

Bersyukur kepada Tuhan berarti mampu mempertahankan sukacita dan damai sejahtera tetap berada di dalam hati. Bersukacita dan damai karena Tuhan. Seseorang yang bersyukur selalu menganggap dirinya kecil, artinya ia tidak mampu hidup tanpa Tuhan karena sumber sukacita yang di dalam diriNya berasal dari Tuha, karena itu ia selalu bergaul erat dengan Tuhan, walau apapun yang sedang terjadi di dalam kehidupannya.

Hari ini Firman Tuhan mengajarkan kepada kita untuk tetap bersyukur kepada Allah dalam Yesus Kristus. Yesus katakan “Marilah kepadaKu, yang letih lesu dan berbeban berat..” artinya di dalam Yesus ada kelegaan. Ketika pergumulan kehidupan dan pencobaan datang silih berganti tanpa henti, tanpa jeda bahkan terkadang datang berbarengan, yang membuat kita terkadang mulai meragukan Tuhan, hari ini Tuhan jawab dengan mengatakan “Datanglah kepadaku, karena Aku akan memberi kelegaan kepadamu..” Kelegaan berarti sebuah perasaan bebas, merdeka dan itulah yang membuat kita bersukacita.

Jadi, hari Firman Tuhan katakan untuk menyerahkan segala pergumulan kehidupan di bawah kaki Yesus dan mempercayakan pemeliharaan kehidupan kita sepenuhnya kepadaNya, maka jiwa kita akan mendapat ketenangan.

Untuk setiap permsalahan yang terjadi, ketika kita merasa terlalu berat dan sulit untuk melangkah, jangan pernah menyerah. Sebaliknya, berserahlah kepada Tuhan, karena Ialah yang mememlihara kehidupan kita.

PERMATA, yuk kita sama-sama boleh memulai untuk belajar berserah. Berserah berarti melakukan kapasitas kita dan membiarkan Tuhan melakukan kapasitasNya di dalam kehidupan kita. Bukankah bersama Tuhan , akan banyak hal-hal ajaib yang datang diluar logika kita berfikir ? Jadi, percaya saja, karena semua yang terbaik telah Tuhan sediakan bagi kita yang percaya kepadaNya.

Post Terkait