Renungan Harian, 22 Maret 2019
Amsal 6 : 16 - 19

Enam Sifat yang dibenci oleh Tuhan :

1. Mata sombong

Mata sombong dapat diidentikkan dengan orang yang suka memadang rendah keberadaan orang lain. Firman Tuhan katakan, “Mata yang congkak dan hati yang sombong yang menjadi pelita orang fasik, adalah dosa.” (Amsal 21 : 4) dan orang yang sombong akan direndahkan Tuhan (Yesaya 5 : 15).
Sebaliknya Firman Tuhan katakan “Jadilah seorang yang rendah hati, karena engkau akan menerima pujian dari Tuhan (Amsal 29 : 23) dan supaya kamu ditinggikan Tuhan (1 Petrus 5 : 5 – 6).”
2. Lidah Dusta
Lidah dusta dapat diartikan seorang yang senang sekali mengumbar fitnah. Kata-kata kebohongan selalu keluar dari mulutnya. Firman Tuhan mengatakan “Orang yang dusta bibirnya adalah kekejian bagi Tuhan, tetapi  orang yang berlaku setia dikenanNya.” (Amsal 12 : 22). PERMATA, berlakulah setia dan tiadakanlah lidah dusta, karena itu sebuah kekejian bagi Tuhan. Sebaliknya, Firman Tuhan menasehatkan kepada kita untuk membuang dusta dan berkata benar karena kita adalah sesama anggota Kristus (Efesus 4 : 25).
3. Tangan yang menumpahkan darah orang yang tidak bersalah.
Maksud dari perkataan ini adalah orang yang menghancurkan orang yang tidak bersalah. Dampaknya, walau tidak membunuh secara fisik namun membunuh secara karakter orang yang tidak bersalah.Ternyata, Tuhan sangat membenci orang yang melakukan ini. Firman Tuhan katakan dalam kitab Yeremia dalam Nubuat melawan raja Yehuda “Lakukanlah keadilan dan kebenaran, … janganlah engkau menumpahkan darah orang yang tak bersalah …” (Yeremia 22 : 3).
4. Hati yang membuat rencana-rencana jahat.
Ternyata, Tuhan membenci orang yang membuat rencana jahat. Jangankan melakukannya, merancang saja tidak diperbolehkan. Firman Tuhan katakan “Janganlah merencanakan kejahatan terhadap sesamamu…” (Amsal 23 : 9).
5. Kaki yang segera lari menuju kejahatan.
Setiap kejahatan adalah dosa dan dosa adalah pelanggaran terhadap hukum Allah (1 Yohanes 3 : 4) Banyak jenis kejahatan yang ada. Dalam Alkitab, salah satu arti kejahatan adalah melakukan keinginan daging (Galatia 5 : 19 – 21), keinginan mata dan keangkuhan hidup (1 Yohanes 2 : 16). Firman Tuhan katakan bahwa setiap orang percaya harus mampu mengendalikan diri dalam segala hal, termasuk menguasai diri untuk tidak berbuat dosa (1 Korintus 9 : 25).
6. Seorang saksi dusta yang menyembur-nyemburkan kebohongan dan yang menimbulkan pertengkaran saudara.
Jelas sekali Tuhan membenci saksi dusta. Firman Tuhan katakan “Jika ya hendaklah kamua katakan : ya, jika tidak, hendaklah kamu katakan : tidak. Apa yang lebih dari pada itu berasal dari si jahat.” (Matius 5 : 37).
PERMATA, yuk belajar untuk tidak seperti ini dengan  terus menyelidiki Firman Tuhan dan melakukannya dalam kehidupan.

Post Terkait