Renungan Harian, 29 Oktober 2018

Yakobus 1 : 12

Berbahagialah orang yang bertahan dalam pencobaan, sebab apabila ia sudah tahan uji, ia akan menerima mahkota kehidupan yang dijanjikan Allah kepada barangsiapa yang mengasihi Dia.
Di batas keheningan malam, ketika menyadari badai kebingungan datang dan menghujani pikiran dengan ketidakpastian, tetaplah percaya, bila cinta Tuhan tidak pernah tidur walau dalam sedetik.
Di batas kelembutan dunia, ketika kekerasan merajai pikiran dan berusaha menyanyat hati di dalamnya sanubari, tetaplah percaya, bila Sang Maha Pencipta adalah pengukir terbaik kisah kehidupan.
Dalam perkembangan eksistensi manusia, kehilangan jati diri adalah masalah konseptual ketika banyak orang lari menjauh dari Tuhan. Menyerah pada keadaan dan hanya bertumpu pada kesemuan sehingga mematikan pengharapan. Kehilangan daya kemauan tanpa ia menyadari, semuanya hanya akan membawanya ke dalam tebing dengan jurang terdalam yang mematikan.
Dunia pengalaman tidak lagi membawanya kepada sebuah hikmat dan pengertian yang lebih bermakna, namun seringkali ia jatuh pada roh kesombongan. Pada akhirnya, pujian dianggap sebagai sesuatu yang sangat penting. Orang sering dilanda kesepian dan pengertian hidup yang tak bermakna. Halaman-halaman buku tak lagi dirasa penting.
Namun tetaplah ingat,
Tuhan, tetaplah menjadi pemberi ilham dan makna kehidupan terbaik. Dialah pemilik cinta Surgawi yang penuh dengan kasih yang nyata, jauh dari rasa iri hati dan dengki dengan lidah-lidah busuk pencipta kesemuan dan kemunafikan.
Tuhan adalah pemberi fajar dalam eloknya pagi. Dia-lah pencipta mentari siang yang mampu menghangatkan kedinginan hati yang mengigil. Sang Maha Segalanya yang menjadikan purnama sebagai cahaya malam dalam gemerlapnya bintang dan terangnya sang rembulan.
Tuhan adalah Sang kekuatan dalam dunia yang selalu berusaha merajam jiwa dan membunuh hati nurani. Yang selalu menyanyikan lagu kebahagiaan di sepanjang hari, pelepas dahaga bagi kekeringan jiwa, pemberi sentuhan dalam manisnya banyak kata dan makna, penyejuk hati di gelombang suara kehidupan yang tak pernah tentu arah.
Tuhan adalah Sang Maha Segalanya, dalam manis dan pahitya kehidupan, dalam sukacita ataupun kepedihan hati. Jangan biarkan suaraNya bungkam dalam hatimu. Biarkan rohNya tetap menyala nyala. Karena Dialah Tuhan yang akan membukakan pintu kehidupan dalam sempurna-nya pengharapan. Dialah pribadi yang akan memeluk jiwamu dan memberi kedamaian di dalam hatimu, tak peduli apapun yang sedang terjadi.
Dialah Tuhan yang akan membawamu ke dalam puncak kehidupan, sehingga hanya ada kata bersyukur di tengah dunia yang selalu berusaha menjatuhkanmu. Tuhan, yang selalu menjadi penghuni hatimu dalam sempurnanya janji. Jadikan Dia pilihan hatimu. Karena Dia-lah Tuhan yang tidak akan pernah mengecewakanmu.
Dialah Sang pemberi kebebasan dalam tekanan jiwa.
Dialah Sang pemberi kemerdekaan dalam nestapa yang mencekam.
Dialah Tuhan dalam setiap lembar kehangatan.
Dialah Tuhan dalam setiap nafas kehidupan.
Jangan pernah menyerah hidup bersama Tuhan, karena Tuhan tidak pernah menyerah denganmu.

Post Terkait