Renungan Harian, 18 Desember 2018
1 Yohanes 3 : 2 - 3

Saudara - saudaraku yang kekasih, sekarang kita adalah anak anak Allah, tetapi belum nyata apa keadaan kita kelak, akan tetapi kita tahu, bahwa apabila Kristus menyatakan diriNya, kita akan menjadi sama seperti Dia, sebab kita akan melihat Dia dalam keadaanNya yang sebenarnya

Setiap orang yang menaruh pengharapan itu kepadaNya, menyucikan diri sama seperti Dia yang adalah suci.
Menjadi anak Allah adalah anugerah. Anugerah yang telah diberikan Tuhan kepada kita. Tuhan Yesus yang adalah anak Allah rela merendahkan diriNya menjadi sama seperti manusia untuk menebus dosa manusia dan menjadikan kita layak disebut anak anak Allah.
Kita memang adalah anak Allah sekarang dan itu diberikan kepada kita secara cuma cuma, namun apakah kita bertanggungjawab terhadap status kita sebagai anak Allah inilah yang menentukan keadaan kita kelak. Keadaan kita kelak belum nyata, karena itu tergantung pada buah apa yang kita hasilkan dalam kehidupan.
Bertanggungjawab sebagai anak Allah berarti melakukan perintahNya dan menjauhi laranganNya. Ini adalah sebuah bentuk tanggungjawab yang diberikan Tuhan kepada kita.
Alkitab jelas mencatat dalam Matius 24 : 13 “Tetapi orang yang bertahan sampai pada kesudahannya akan selamat”. Artinya, bertahan untuk setia hingga akhir umur kita, maka kita akan selamat. Artinya, menghasilkan buah dan upah dalam kehidupan seturut dengan Firman Tuhan yang akan selamat.
Menjadi anak Allah bukan berarti kita dapat bertindak semaunya. Bila kita mengaku sebagi anak Allah namun tidak mampu menjadi pelaku Firman, maka integritas kita sebagai anak Allah akan dipertanyakan. Orang seperti ini adalah orang yang menganggap enteng karya keselamatan Tuhan.
Bila kita bertanggungjawab setia sampai akhir, maka pada hari ketika Tuhan Yesus datang untuk kedua kalinya, kita akan dibangkitkan juga sama seperti Dia dan pada akhirnya kita akan bersama sama dengan Dia di dalam Kerajaan Sorga, memerintah, dimana Tuhan Yesus akan menjadi Raja. Wow..!!
Yukk PERMATA, hari ini kita diajak untuk tetap setia dan bertahan pada kesetiaan melakukan Firman hingga akhir, apapun keadaan kita. Percayalah dan tetap-lah kuat bersama Tuhan Yesus.

Post Terkait