Renungan Harian, 01 Maret 2019
2 Korintus 5 :17

Siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru : yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang

Apakah yang dimaksud ciptaan baru ?

Bila kita berbicara tentang ciptaan baru tentu saja pasti ada ciptaan lama. Manusia adalah salah satu ciptaan Tuhan yang paling berharga dan tertinggi dari semua ciptaan. Manusia diciptakan serupa dengan gambar Allah (Kejadian 1 : 26). Keadaan manusia pada mulanya adalah baik adanya. Segalanya diberikan Allah  sempurna adanya sampai manusia jatuh ke dalam pencobaan dan dosa. Manusia telah jatuh ke dalam dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah (Roma 3 : 23). Akibat dosa manusia, Tuhan mengusir manusia dari taman Eden dan menanggung konsekuensi.

Manusia yang tadinya penuh dengan kemuliaan pada akhirnya menjadi berdosa. Dalam dosa, manusia tentu saja tidak mampu mengasihi Allah. Kehidupan selanjutnya, semakin banyaknya dosa manusia yang dilakukanya. Walaupun manusia menanggung konsekuensi dari dosa, namun Allah tetap mengasihi manusia. Allah ingin manusia kembali menjadi ciptaanNya yang mulia. Dan untuk tujuan itu, Allah menjadi manusia yang didapati dalam diri Tuhan Yesus. Dengan salib Yesus, manusia kembali menjadi ciptaan baru.

Ciptaan lama mengindikasikan sebagai kehidupan di dalam dosa yang pada akhirnya menghasilkan maut dan ciptaan baru mengartikan kehidupan dalam kemenangan dalam Yesus Kristus. Tuhan Yesus adalah Sang penebus dosa dan siapa yang hidup di dalam Kristus menjadi ciptaan baru. Menjadi ciptaan baru berarti mematikan ciptaan lama dan menjadi baru. Yang lama sudah berlalu dan yang baru sudah datang. Hanya karena kasih karunia Allah saja kita dapat dibenarkan dalam nama Yesus Kristus dengan cuma-cuma oleh penebusan dosa (Yohanes 3 : 16; Roma 3 :24).

 Menjadi ciptaan baru berarti kita harus tetap hidup di dalam Yesus Kristus. Hidup di dalam Yesus Kristus berarti kita hidup menghasilkan buah dalam kehidupan (Yohanes 15 : 5). Dalam berbagai segi kehidupan, mari PERMATA, kita menjadi teladan dalam melakukan buah Roh dalam kehidupan (Galatia 5 : 22 – 23). Dalam menghadapi berbagai pencobaan dan pergumulan kehidupan, mari PERMATA, kita menjadi teladan untuk tetap kuat di dalamNya karena ketika-pun kita dicobai oleh keinginan kita, Tuhan pastikan tidak akan melebihi kemampuan kita dan Tuhan janjikan jalan keluar dari setiap pencobaan yang terjadi (1 Korintus 10 :13), ketika kemunafikan dunia berusaha untuk menjatuhkan iman kita kepadaNya, tetaplah percaya bahwa Yesus tetaplah satu-satunya jalan keselamatan dan hidup (Yohanes 14 : 6), ketika dikhianati oleh orang-orang dunia yang membuat kita menangis, tetaplah menghasilkan buah, karena Tuhan berkata : Siapa yang menabur dengan air mata, akan tiba saatnya kita akan menuai dengan sorak sorai. Karena itu tetaplah percaya dan mengandalkan Tuhan sebagai dasar kehidupan kita. Semua hal yang kita alami bukanlah hal yang baru bagi Tuhan dan setiap pergumulan yang sedang kita hadapi, Tuhan tetap akan menolong dan menopang kita. Tidak ada masalah yang terlalu berat bagi Tuhan. Percayalah..!

Menjadi ciptaan baru berarti dalam segi aspek kehidupan dan dalam segala hal yang sedang terjadi, kita tetap dimampukan Tuhan menghasilkan buah Kristus dalam kehidupan.

Post Terkait