Renungan harian, 21 Oktober 2018
2 Korintus 5 : 17

Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru : yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang.
Menjadi ciptaan baru mengindentikkan tentang mengubah diri kita dari kehidupan lama menjadi kehidupan baru. Berarti dalam prosesnya, ada sebuah transformasi kehidupan dimana akan ada titik kosong dalam kehidupan. Mematikan kehidupan lama dan membuatnya menjadi kosong untuk diisi pada kehidupan baru. Kehidupan lama kita akan dibongkar habis dan dibuang dari dalam diri kita agar dapat diganti menjadi kehidupan baru.
Lalu apa itu kehidupan lama ?
Roma 3 : 23 mengatakan bahwa semua manusia telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah. Dari ayat ini dapat kita simpulkan bahwa kehidupan lama adalah kehidupan yang penuh dengan dosa. Sejak manusia jatuh ke dalam dosa, manusia telah kehilangan kemuliaan yang telah diberikan Allah. Karena itu mereka menjadi malu ketika mereka telanjang, artinya rasa malu muncul karena manusia telah berdosa. Manusia malu terhadap dirinya karena dosa. Sejak saat itu, manusia menjadi berdosa dan tidak mampu menjadi kudus. Manusia telah mati oleh dosa. Artinya, memang manusia masih bernafas, tetapi Roh Tuhan yang memberi hidup telah mati di dalam dirinya.
Selanjutnya dosa berbicara tentang keinginan daging yang telah nyata ada dalam diri manusia yaitu percabulan, kecemaran, hawa nafsu, penyenbahan berhala, sihir, perseturuan, perselisihan, iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri, percideraan, roh pemecah, kedengkian, kemabukan, pesta pora dan lain sebagainya (Galatia 5 : 19 – 21). Inilah yang dibongkar habis oleh Tuhan agar kita menjadi ciptaan baru.
Selanjutnya untuk menjadi ciptaan baru, hal yang harus dilakukan adalah mengikut jejak Yesus dengan menyangkal diri dan memikul salib (Matius 16 : 24).
Sudahkah kita menyangkal diri dan memikul salib kita ?

Post Terkait