Renungan Harian, 23 Mei 2019

Inti dari berdoa adalah ketulusan hati untuk datang dengan rendah hati kepada Tuhan. Tuhan selalu mengetahui bahkan sebelum kita meminta, namun yang Tuhan inginkan adalah hati yang menyembah dalam roh dan kebenaran. Yang perlu diingat adalah bagaimana sikap kita dan fokus hati kita yaitu kepada Tuhan dan bukan yang lain.

Selanjutnya, kita akan belajar tentang dampak doa yang berkuasa dalam kehidupan,
1. Kehidupan orang yang senantiasa berdoa dalam roh dan kebenaran adalah kehidupan yang suka bergaul dan ramah. Artinya dalam hidupnya, ia memiliki sikap dan perkataan yang ramah. Lebih lanjut, kesukaannya adalah melayani Tuhan, karena ia telah memiliki hubungan yang erat dengan Tuhan. Alkitab mencatat dalam Amsal 15 : 26 “Rancangan orang jahat adalah kekejiaan bagi TUHAN, tetapi perkataan yang ramah itu suci.” Lagipula, Tuhan menginginkan kepada kita anak-anakNya untuk bersikap ramah kepada orang lain seperti FirmanNya dalam Efesus 4 : 32 “Tetapi hendaklah kamu ramah seorang terhadap yang lain, penuh kasih mesra dan saling mengampuni, sebagaimana Allah di dalam Kristus telah mengampuni kamu.”
2. Pengharapannya melimpah
Seseorang yang bertekun dalam doa, pasti memiliki pengharapannya yang melimpah di dalam Tuhan, karena ia percaya pengharapan yang dibangun di dalam Tuhan tidak akan mengecewakan (Roma 5 : 1- 5) Kehidupannya tidak terikat, sebaliknya ia telah merasa merdeka dari belenggu dosa, karena ia percaya, ia telah dimerdekakan oleh Kristus (2 Korintus 3 : 17)
3. Seseorang yang senantiasa berdoa adalah seseorang yang imannya kepada Tuhan Yesus Kristus tidak gampang digoyahkan, walau apapun yang terjadi dalan kehidupannya. Ketika ia dicobai oleh tekanan dunia, ia tidak akan goyah, karena ia percaya, pencobaan yang dialaminya adalah pencobaan biasa dan ia percaya Tuhan yang setia adalah Tuhan yang  pasti memberikan jalan keluar kepadanya (1 Korintus 10 : 13). Ketika ia merasa kehidupannya sedang menghadapi pergumulan yang bertubi-tubi, tidak menyurutkan imannya, karena ia percaya, bahwa Tuhan memang mendidik orang yang dikasihiNya dan menyesah orang yang dianggapNya sebagai anak, dan menyadari bahwa didikan Tuhan bertujuan agar ia tidak menjadi anak gampangan menurut standar dunia, tetapi ia akan tetap kuat hidup menurut standar Tuhan (Ibrani 12 : 5 Р6).
4. Seseorang yang selalu mengucap syukur kepada Tuhan dalam doanya, memiliki pedoman hidup yang utama yaitu Firman Tuhan yang berbuah dalam kehidupannya. Kebahagiaannya adalah ketika ia merenungkan Firman Tuhan siang dan malam dan memegang peringatanNya, mencari Dia dengan segenap hati dan hidup menurut jalan yang ditunjukkanNya (Mazmur 119 : 2 – 3)
PERMATA, yuk kita sama-sama belajar..

Post Terkait