Renungan Harian, 18 November 2018
1 Petrus 5 : 2

Gembalakanlah kawanan domba Allah yang ada padamu, jangan dengan paksa, tetapi dengan sukarela sesuai dengan kehendak Allah, dan jangan karena mau mencari keuntungan, tetapi dengan pengabdian diri.

Bacaan : 1 Petrus 5 : 1 - 4

Meng-gembalakan kawanan domba dimaksudkan adalah memberitakan Firman Tuhan, Injil Kerajaan Allah ke seluruh penjuru dunia yang merupakan amanat agungNya Tuhan (Matius 28 : 19 – 20). Meng-gembalakan tidak boleh dengan paksaan, tetapi dengan sukarela sesuai dengan kehendak Allah. Sama seperti ketika Tuhan mengusir roh kerasukan di Gerasa, setelah Ia berhasil mengusir roh jahat dari seorang yang kerasukan setan di Gerasa, Tuhan Yesus ditolak di daerah itu. Ia memberitakan Injil kepada banyak orang dalam kuasa mengusir setan, tetapi malah Ia ditolak. Selanjutnya, yang Tuhan Yesus lakukan adalah pergi. Yesus tidak marah kepada mereka dan memaksa mereka, tetapi Ia pergi karena memang Ia sudah diusir untuk pergi. Dalam pelayanannya di dunia ketika Allah menjadi manusia dalam diri Yesus, Yesus tidak pernah memaksa orang untuk ikut Tuhan, tetapi memang kerinduanNya, tidak ada seorang pun yang terhilang, namun Ia melayani dengan kasih yang tulus dan menjadi teladan bagi mereka.

Tuhan Yesus adalah teladan yang paling sempurna. Teladan dalam sikap, kasih, perkataan, perbuatan dan semua aspek, selalu dipenuhi dengan kasih, kuasa dan kelembutan.

Selanjutnya dalam ayat 4 dikatakan, ketika kita sudah melayani memberitakan Injil.ke seluruh dunia, ketika Gembala Agung kita datang, yaitu Tuhan Yesus, kita akan menerima mahkota kemuliaan yang tidak dapat layu.

Sudahkah kita memberitakan Injil dalam kehidupan kita dengan mampu meneladani Tuhan Yesus ?

Post Terkait