Dikuatkan Melalui Penderitaan

Renungan Harian, 24 November 2018

1 Petrus 5:1-11

Petrus dalam suratnya yang pertama menuliskan: “Allah, sumber segala kasih karunia, yang telah memanggil kamu dalam Kristus kepada kemuliaan-Nya yang kekal, akan melengkapi, meneguhkan, menguatkan dan mengokohkan kamu, sesudah kamu menderita seketika lamanya” (1Ptr. 5:10). Ada sebuah pesan mendalam yang tersirat dalam akhir kalimat tulisan itu, yakni “sesudah kamu menderita seketika lamanya”. Tapi mari coba kita merenungkan sejenak hal tersebut.

Seharusnya kita tidak terkejut ketika penderitaan datang menerpa kita. Rasul Paulus, yang tahu benar apa artinya menderita, menulis: “Memang setiap orang yang mau hidup beribadah di dalam Kristus Yesus akan menderita aniaya” (2Tim. 3:12).

Jika kita hidup tunduk kepada Allah (1Ptr. 5:6) dan melawan si Iblis (ay.9), tidaklah mengherankan apabila kita dicemooh, disalahpahami, dan bahkan dimanfaatkan. Namun Rasul Petrus berkata bahwa penderitaan itu mengandung suatu maksud. Penderitaan dimaksudkan untuk “melengkapi, meneguhkan, menguatkan dan mengokohkan kamu” (ay.10).

Tuntunan Allah bagi pertumbuhan iman kita sering kali mengharuskan kita untuk melalui berbagai kesulitan. Namun semuanya itu mengokohkan kita untuk menghadapi berbagai badai hidup di masa yang akan datang. Kiranya Allah menolong kita agar tetap setia seiring dengan usaha kita untuk sungguh-sungguh hidup memuliakan nama-Nya. (AB)

Post Terkait