Renungan Harian, 26 April 2019
2 Timotius 3 : 16

"Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk MENGAJAR, untuk menyatakan KESALAHAN, untuk memperbaiki KELAKUAN dan untuk mendidik orang dalam KEBENARAN."

Segala tulisan yang diilhamkan Allah itu adalah Firman Tuhan, karena itu Firman Tuhan yang tertuang dalam Alkitab adalah kebenaran sejati.

Terkadang teguran Tuhan memang sangat keras dalam kehidupan. Awalnya memang sulit sekali untuk diterima, namun pada akhirnya, ketika berdasarkan nats kita kali ini, bahwa Firman Tuhan itu akan mendidik kita dalam kebenaran. Kita boleh lebih mengerti bahwa kasih Tuhan itu adalah kasih yang menghajar dan menyesah orang yang diakuiNya sebagai anak (Ibrani 12 : 6), karena tidak ada seorang anak yang tidak dihajar oleh ayahnya. Hajaran ini bukan berupa pukulan atau kekerasan fisik, namun lebih kepada hajaran tentang kehidupan untuk membentuk karakter Kristus dalam diri kita. Tujuannya agar kita tidak menjadi anak gampangan (Ibrani 12 :8). Tidak menjadi anak gampangan maksudnya kita mampu tetap kuat dalam menghadapi berbagai terpaan dan kondisi yang mungkin tidak berjalan sesuai dengan rencana kita dan tetap yakin, kbila rencana Tuhan akan jauh lebih indah terjadi dalam kehidupan kita dibandingkan dengan rencana kita.

Terkadang Tuhan mengasihi kita dengan cara menyatakan kesalahan kita melalui pembacaan Firman atau terkadang ada yang berbisik melalui hati kita. Jika kita peka, Ia akan selalu berkata “Itu salah” untuk setiap hal yang salah lengkap dengan mengingatkan kita tentang pasal dalam Alkitab yang mengatakan bila hal yang kita lakukan memang salah.

Sebagai penulis renungan untuk kali ini, aku juga pernah mengalaminya, walau terkadang kita tetap kekeh pada pendapat kita hingga pada akhirnya Tuhan membolak-balikkan hati kita agar kita mau berubah. Tujuannya adalah untuk mendidik kita dalam kebenaranNya sehingga kita mampu masuk dalam rencanaNya.

Ibrani 3 : 12 mengatakan kalau Firman Allah itu lebih tajam dari pedang bermata dua yang mampu memisahkan jiwa dan roh, sendi sendi dan sumsum. Ia sanggup membedakan pertimbangan dan pikiran hati kita.

Bukankah ayat ini mengandung makna yang sangat mendalam ? Jika kita berbuat salah, maka akan ada sebuah goncangan dari dalam diri kita, seperti sebuah peperangan hati. Seperti ada dua orang yang berbicara dalam pikiran, hingga akhirnya kita tidak bisa melawan ketika secara tiba-tiba kita diingatkan sebuah Firman yang mendukung untuk menyatakan kesalahan tersebut. Kalau sudah begitu, sebaiknya kita tidak melawan kata hati. Walau terkadang sulit sekali untuk melakukannya, percayalah, kita pasti dimampukan, karena Tuhan berkata “hanya yang bertahan kepada kesudahannyalah yang akan selamat.”

Kehidupan adalah proses belajar secara terus menerus hingga Tuhan memangil kembali. Orang yang berbahagia adalah orang yang Tuhan mau menegurnya, karena itulah salah satu bukti kasih Tuhan. Tidak ada orang benar dan tidak pernah melakukan kesalahan di dunia ini, tetapi orang yang berbahagia adalah orang yang mau diperbaharui Tuhan secara terus menerus (Kolose 3 : 10).

Semangat PERMATA..! Kemauan untuk bangkit dari dosa dan kesalahan itulah yang menyenangkan hati Tuhan. TUHAN tidak akan lagi mengingat-ingat kesalahan kita jika kita mau berbalik kepada jalanNya. Bukankah untuk setiap dosa dan pelanggaran kita, Tuhan Yesus telah berkata : “Ya Bapa, ampunilah mereka.”

Post Terkait