Renungan Harian, 06 November 2018
1 Samuel 8 : 1- 22

Berkisah tentang Samuel yang adalah seorang hakim yang menghadapi bangsa Israel yang menginginkan seorang Raja memerintah atas mereka. Samuel akhirnya bergumul dengan Tuhan. Awalnya Tuhan tidak menyetujuinya dengan mengajukan banyak persyaratan yang ternyata tidak mampu dipenuhi oleh bangsa itu. Namun, mereka tetap keukeh menginginkan seorang Raja, dan akhirnya Tuhan berkata kepada Samuel : Dengarkanlah permintaan mereka dan angkatlah seorang Raja bagi mereka (ay 22). Sepertinya Tuhan setuju dengan mereka, namun tanpa mereka sadari kalau mereka telah memaksa Tuhan.

Dalam Alkitab, diceritakan bahwa Bangsa Israel adalah bangsa yang keras kepala, tegar tengkuk, bebal dan keras hati. Mereka jelas-jelas sudah merasakan penyertaan Tuhan luar biasa dan sudah terbukti langsung. Ada tiang awan, ada tiang api, ada manna sebagai makanan ketika mereka kelaparan, nampaknya kuasa Tuhan melalui Musa yang membelah laut menjadi dua bagian agar mereka bisa lewat dan masih banyak lagi bukti nyata lainnya bahwa Tuhan sendiri-lah yang menyertai dan memimpin mereka keluar dari Tanah Mesir. Namun kenyatannya, mereka tetap saja, sebuah bangsa yang mudah sekali mengeluh dan masih tidak percaya kepada Tuhan.

Sama seperti kisah ini, terkadang memang begitulah kita. Dalam doa kita sepertinya memohon, tetapi tanpa kita sadari, terkadang kita telah memaksa Tuhan. Lalu ketika Tuhan memberi dan ternyata itu bukan terbaik, ujung-ujungnya kita balik menyalahkan Tuhan lagi. Ketika kita memaksakan sesuatu menurut kemauan kita, sesugguhnya kita telah melewatkan rencana Tuhan dalam hidup kita. Seperti tidak melakukan kejahatan kan, tetapi ketika kita memaksakan Tuhan, sebenarnya kita sudah meragukan cara Tuhan atas hidup kita.

Tak jarang dalam doa anak-anak Tuhan, kita bukan lagi memohon, tetapi mendikte Tuhan. Mengeluh tentang masalah kita, lalu mencoba memerintah Tuhan dengan menceritakan solusi yang terbaik menurut kita dan pengennya Tuhan segera melakukan seperti apa yang kita mau..Hohoho..! Ketahuilah, Tuhan adalah Tuhan, bukan bawahan kita. Dan jalan Tuhan selalu yang terbaik.

Ketahuilah, Tuhan mengetahui kita secara detail, jadi percayakan saja segala sesuatunya kepadaNya dalam mengambil keputusan bagi hidup kita. Pekerjaan, impian, pergumulan sampai pasangan hidup, Tuhan tahu dan ketika kita yakin, yang terbaik akan menjadi milik kita. Jangan paksa Tuhan mengikut kita, tetapi kita yang harus menyerahkan sepenuhnya kepada Tuhan. Selebihnya, kerjakan saja kapasitas kita sesuai dengan kehendak Tuhan dengan terus belajar mengerti Firman Tuhan, berdoa, menjadi pribadi yang secara terus menerus diperbaharui oleh Kristus dan berlomba dalam pertandingan iman yang Tuhan sediakan untuk kita.

Rancangan di dalam hati manusia itu seperti air yang dalam, tetapi orang pandai tahu menimbanya (Amsal 20 : 5) dan Banyaklah rancangan di hati manusia, tetapi keputusan Tuhanlah yang terlaksana (Amsal 19 : 21).

Post Terkait