Renungan Harian, 11 Agustus 2019
1 Yohanes 3 : 4 & Yakobus 4 : 17

“Setiap orang yang berbuat dosa, melanggar juga hukum Allah, sebab dosa ialah pelanggaran hukum Allah”

“ Jadi  jika seorang tahu bagaimana ia harus berbuat baik, tetapi ia tidak melakukannya, ia berdosa.”

Allah adalah pribadi yang tidak berdosa dan tidak mampu berbuat dosa. Firman Tuhan hari ini memberi pengajaran kepada kita untuk mengerti apa arti dosa. Dikatakan pada nats yang pertama, dosa adalah pelanggaran terhadap hukum Allah. Untuk mengetahui hukum Allah, tentu saja kita harus melebur kepada Firman Tuhan. Hukum Allah segala ketentuan yang dibuat Allah untuk kita lakukan. Beberapa diantaranya adalah tentang sepuluh perintah Tuhan (Ulangan 20). Di dalam sepuluh perintah Tuhan, ada sepuluh perintah yang diberikan Tuhan untuk dipatuhi oleh manusia. 1 Jangan ada padamu Allah lain dihadapanku. 2Jangan membuat bagimu patung yang menyerupai apapun yang ada di langit di atas, yang ada di bawah di bumi dan yang ada di dalam air, di bawah bumi, jangan menyembah kepadanya karena Aku adalah Allah yang cemburu yang akan membalaskan kesalahan Bapa kepada anak-anakNya, kepada keturunan yang kedua dan yang ketiga. 3 Jangan menyebut nama Tuhan Allahmu dengan sembarangan. 4 Ingat dan kuduskanlah hari Sabat. 5 Hormatilah ayah dan ibumu. 6 Jangan membunuh. 7 Jangan berzinah.  8 Jangan mencuri. 9 Jangan mengucapkan saksi dusta tentang sesamamu dan 10 jangan mengingini apapun yang dimiliki sesame, baik isterinya, hambanya laki laki, hambanya perempuan, lembu dan kambingnya dan apapun yang dimiliki sesamamu. Ini adalah kesepuluh perintah yang harus kita lakukan dan taati dalam kehidupan dan bila kita melanggar salah satu diantaranya, maka kita telah berdosa.

Hukum Tuhan yang lain adalah mengenai hukum kasih (Matius 22 : 37 – 40). Dikatakan kita harus mengasihi Tuhan Allah dengan segenap hatimu, dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu. Inilah hukum yang utama dan yang terutama. Selanjutnya hukum yang sama pentingnya adalah kita harus mengasihi manusia seperti diri kita sendiri. Dan pada kedua hukum ini tertulis seluruh isi hukum Taurat dan Kitab Para Nabi. Ini harus kita lakukan dan bila tidak, berarti kita sudah berdosa.

Selanjutnya pada nats kedua dikatakan, jika seseorang tahu bagaimana ia harus berbuat baik tetapi tidak dilakukan, maka ia telah berdosa. Jadi jika kita tahu dan mampu untuk berbuat baik di dalam kehidupan, maka kita harus merealisasikannya menjadi kenyataan di dalam kehidupan. Jangan pernah menyimpan iri hati atau merencanakan yang jahat, sebaliknya berfikirlah yang baik dan lakukan, karena tidak mungkin ada orang yang mengatakan cinta kepada Tuhan, tetapi tidak mampu berfikir positif dalam kehidupan.

PERMATA yuk kita semakin belajar mengenal, memahami dan mengaplikasikan Firman Tuhan di dalam kehidupan, karena Tuhan Yesus selalu melihat ketulusan hati.

Post Terkait