Renungan Harian, 05 Februari 2019
Kejadian 39:21-23

Yusuf seorang yang setia kepada Allah, ia tidak mudah tergoda dan terpengaruh oleh keadaan di sekitarnya yang bisa membuat dia jatuh ke dalam dosa. Setelah saudara-saudaranya menjual Yusuf kepada saudagar-saudagar Midian, maka sampailah Yusuf ke tanah Mesir sebagai budak belian. Di Mesir ia dikurung di dalam penjara dan diberlakukan sebagai budak. Dan di Mesir ia banyak melewati siksaan dan juga rayuan dari istri Potifar pegawai istana Raja Firaun, tetapi dia tidak terpengaruh. Walaupun ia berada di dalam penjara sebagai seorang budak belian, tetapi Tuhan menyertai Yusuf dan melimpahkan kasih setiaNya kepadanya dan membuat Yusuf menjadi kesayangan bagi kepala penjara. Dan kepala penjara itupun mempercayakan semua tahanan dalam penjara itu kepada Yusuf. Segala sesuatu pekerjaan yang ada di dalam penjara dipercayakan sepenuhnya kepada Yusuf. Apapun yang dikerjakan Yusuf menjadi berhasil oleh karena Tuhan menyertai dia. Dan akhirnya, oleh karena kesetiaannya kepada Tuhan, ia berhasil mengartikan mimpi Raja ketika itu sehingga ia diangkat menjadi Gubernur yang mewakili Raja dalam memimpin seluruh negeri Mesir.

Dari cerita ini kita dapat melihat dan merasakan bahwa Yusuf adalah seorang pemuda yang baik dan diberkati TUHAN, dia mau memaafkan saudara-saudaranya walaupun mereka telah berbuat tidak baik kepada Yusuf. Ia mau menderita sebagai budak belian, disiksa dan difitnah. Tetapi oleh karena kesetiaannya kepada Tuhan, ia tetap mengandalkan Tuhan sehingga Tuhan menolong dia dengan memberikan petunjuk kepada Yusuf sehingga Yusuf dapat menafsirkan mimpi Raja ketika itu. Akhirnya Yusuf menjadi penguasa di Mesir (orang kedua setelah Raja Firaun, Raja Mesir).

Kisah tentang kesetiaan Yusuf kepada Allah dalam berbagai tantangan yang dihadapinya merupakan contoh yang harus ditiru oleh PERMATA GBKP sebagai anak-anak Tuhan. Kita dapat menunjukkan kesetiaan kepada Tuhan dengan rajin membaca Firman Tuhan (Alkitab) dan merenungkannya, mau turut mengambil bagian dalam persekutuan-persekutuan ibadah; misalnya: rajin ke Gereja, rajin PA (Penelahan Alkitab), dan kegiatan-kegiatan lain yang untuk mempermuliakan nama Tuhan, sehingga di dalam semua kegiatan yang kita lalui (baik di sekolah, di rumah, di Gereja) yang penuh dengan godaan, kita tetap menjadi anak-anak yang setia kepada Allah. Sebagai PERMATA GBKP yang setia kepada Allah, PERMATA GBKP harus menunjukkan sikap hidup yang berpadanan dengan Kristus. Godaan-godaan dunia dengan segala kenikmatannya adalah sesaat. Ketika kita tidak bertumbuh dalam Tuhan, kita bisa terjerumus ke dalam kenikmatan dunia dan meninggalkan Tuhan. Banyak jenis godaan dunia diantaranya godaan untuk meninggalkan iman percaya kepada  Tuhan karena tergiur kepada harta dunia atau promosi jabatan, godaan untuk meninggalkan kesetiaan kepada Tuhan karna terpikat dengan laki-laki atau perempuan yang berbeda agama atau godaan karena terbuai cinta asmara dan masih  banyak godaan dunia dengan segala kinikmatan yang bersifat sementara yang membuat kita tidak setia kepada Allah.

Hai PERMATA GBKP, iman dan kesetiaanmu akan terus diuji! Tetaplah kuat dan setia kepada Tuhan Yesus.

Ditulis Oleh : Pdt. Mira Mutianta Sinulingga, S.Th

Post Terkait