Hal Besar

Renungan Harian, 15 Desember 2018

Yesaya 58:6-9

Seorang kerabat membutuhkan bantuan untuk membayar sewa bulanannya. Keluarga yang dimintai bantuan itu sebenarnya keberatan—apalagi mereka sendiri mempunyai pengeluaran tak terduga pada akhir tahun. Namun demikian, dalam ucapan syukur atas pemeliharaan Allah, mereka menguras tabungan untuk memberikan bantuan. Mereka pun merasa bahagia karena kerabat yang mereka tolong sangat berterima kasih atas bantuan itu.

Kerabat itu memberikan sepucuk kartu terima kasih yang bertuliskan, “Sekali lagi kalian telah begitu bermurah hati, bahkan mungkin tidak menganggapnya sebagai hal yang besar.”

Namun, bagi Allah, menolong orang lain adalah hal besar. Nabi Yesaya menekankan hal tersebut kepada bangsa Israel. Bangsa itu berpuasa, tetapi masih saja berselisih dan berkelahi. Yesaya mengatakan, seharusnya mereka berusaha memerdekakan orang yang tertindas, meringankan beban orang lain, berbagi kepada yang lapar dan yang tidak memiliki pakaian, memberi tumpangan kepada yang membutuhkan tempat tinggal, dan tidak menolak saudara mereka yang memerlukan pertolongan (Yes. 58:6-7).

Pengorbanan seperti itu, kata Yesaya, tak hanya memancarkan terang Allah, tetapi juga memulihkan luka batin kita (ay.8). Ketika keluarga tadi menolong kerabatnya, mereka dihadapkan pada keadaan mereka sendiri dan bertekad untuk mengatur keuangan mereka dengan lebih baik di tahun mendatang. Inilah janji Allah kepada orang yang murah hati, “Aku akan menyertaimu untuk menyelamatkan kamu. Kehadiran-Ku akan melindungi kamu dari segala penjuru” (ay.8). Pada akhirnya, dengan membantu kerabat, mereka sendiri lebih diberkati. Bagaimana dengan Allah sendiri? Dia telah memberikan segala-galanya dalam kasih. (AB)

Post Terkait