Baca:  Amsal 11:1-31

Pada hari kemurkaan harta tidak berguna, tetapi kebenaran melepaskan orang dari maut.”  Amsal 11:4

Secara alamiah manusia memiliki dorongan yang kuat untuk mencari, mengejar dan menikmati benda atau materi di dunia ini.  Banyak orang menganggap bahwa harta atau materi adalah yang terpenting dalam hidup ini, karena itu mereka berlomba-lomba untuk mengumpulkan harta sebanyak-banyaknya.  Hal mengejar materi atau harta ini juga terjadi di zaman di mana Kristus berada di bumi:  para pemimpin agama  (ahli-ahli Taurat dan orang Farisi)  justru menjadi sangat materialistis dan tamak.  Karena itu Tuhan mengecam mereka yang menggunakan kedok  ‘pelayanan’  demi memperkaya diri.

Rasul Paulus menasihati,  Memang ibadah itu kalau disertai rasa cukup, memberi keuntungan besar. Sebab kita tidak membawa sesuatu apa ke dalam dunia dan kitapun tidak dapat membawa apa-apa ke luar.”  (1 Timotius 6:6-7).  Kita harus ingat bahwa kita ini tidak membawa apa pun saat lahir ke dunia ini dan tidak membawa apa pun juga ketika kita dipanggil pulang  (meninggal).  Ketika hartanya ludes, Ayub tetap bisa mengucap syukur karena ia sadar bahwa harta yang dimilikinya itu hanyalah titipan Tuhan,  “Dengan telanjang aku keluar dari kandungan ibuku, dengan telanjang juga aku akan kembali ke dalamnya. TUHAN yang memberi, TUHAN yang mengambil, terpujilah nama TUHAN!”  (Ayub 1:21).  Pada zaman dahulu ukuran kekayaan orang dapat dilihat dari pakaian yang dikenakan, yang biasanya dilengkapi dengan berbagai aksesoris berlapiskan emas dengan bahan pakaian yang terbuat dari kain lenan halus atau wol  (padahal wol adalah bahan yang paling disukai oleh ngengat).  Harta kekayaan juga selalu menjadi incaran pencuri, karena itu orang zaman dahulu berusaha menyimpan hartanya di bawah tanah, di luar rumah atau ladang, namun pencuri tetap saja bisa mencuri, membongkar dan mencurinya.  “Janganlah kamu mengumpulkan harta di bumi; di bumi ngengat dan karat merusakkannya dan pencuri membongkar serta mencurinya.”  (Matius 6:19).

Firman Tuhan memperingatkan kita untuk mengumpulkan harta di sorga, bukan harta di bumi, itulah yang akan membawa kita sampai kepada kekekalan. (AB)

Jangan pernah menyandarkan hidup kepada harta duniawi.  Itu sia-sia belaka!  Sebab harta duniawi tak bisa menolong, apalagi menyelamatkan hidup kita.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.