Renungan Harian, 18 Maret 2019
Matius 14 : 13 – 21

Lalu disuruhNya orang banyak itu duduk di rumput. Dan setelah diambilNya lima roti dan dua ikan itu, Yesus menengadah ke langit dan mengucap berkat, lalu memecah-mecahkan roti itu dan memberikannya kepada murid-muridNya, lalu murid-muridNya membagi-bagikannya kepada orang banyak (Matius 14 : 19)

Perikop ini berbicara tentang bagaimana Tuhan Yesus memberi makan lima ribu orang lebih hanya dengan lima roti dan dua ikan dan sisanya dua belas bakul. Diceritakan bahwa semua orang yang ada di situ menerima makanan dan makan sampai kenyang (Matius 14 : 20).

Ada hal yang dilakukan Tuhan Yesus sebelum Ia menyuruh membagi-bagikan makanan itu. Yesus mengambil lima roti dan dua ikan kemudian Ia menengadah ke langit dan mengucap berkat, baru setelah membagi-bagikannya. Dalam ayat ini kita boleh belajar, bagaimana Tuhan Yesus mengucap berkat dan berkatpun terjadi.

Dari cerita ini kita boleh belajar bahwa mengucap syukur berbicara tentang sikap hati dan keputusan. Secara logika manusia, tidak akan mungkin lima roti dan dua ikan cukup untuk memberi makan lima ribu orang lebih, namun Tuhan Yesus melakukannya dan berhasil. Tuhan Yesus mengetahui bahwa ketika mengucap berkat, maka berkatpun akan datang. Kita boleh belajar bahwa dalam keadaan seperti apapun yang sedang terjadi dalam kehidupan kita, tetaplah awali dengan mengucap berkat dan syukur, maka segalanya akan menjadi hasil yang luarbiasa.

PERMATA, mengucap syukurlah untuk setiap hal yang terjadi di dalam kehidupan kita, walau seperti apapun keadaan kita hari ini. Belajarlah untuk menghitung setiap berkat Tuhan dan ucaplah berkat atas kehidupanmu setiap hari kepada Tuhan, maka Tuhan sendirilah yang akan memberikan berkat dan keindahan pada setiap jalan kehidupan.

Post Terkait