Renungan Harian, 20 Maret 2019
Amsal 5

Amsal 5 berbicara tentang nasihat tentang untuk tidak berbuat zinah. Mungkin ini terlihat sedikit mendalam bila dihubungkan dengan PERMATA, namun ada baiknya kita juga mengetahui bahwa perzinahan akan mendatangkan malapetaka. Perzinahan adalah sesuatu yang tidak diinginkan Tuhan dan ini adalah dosa.

Dalam Keluaran 20 : 14 yang merupakan satu diantara kesepuluh perintah Tuhan dikatakan “Jangan Berzinah. ¬†Berzinah dapat diartikan sebagai¬†melakukan kontak tubuh dalam hubungan seksual diluar pernikahan suci. Lebih lanjut dalam Matius 5 : 8, Tuhan Yesus mengajarkan bahwa ketika seseorang memandang perempuan serta menginginkannya, ia telah berbuat zinah. Artinya, jangankan melakukan, memikirkan dan menginginkan saja sudah dikatakan berzinah. Jelas sekali dalam Alkitab dikatakan bahwa sebagai anak Tuhan kita HARUS dan WAJIB menghormati pernikahan, karena setiap orang yang melakukan zinah akan dihakimi Allah (Ibrani 13 : 4).

Jangankan melakukan, Amsal bahkan mengingatkan bahwa engkau tidak boleh menghampiri rumahnya dan jangan pernah menyerahkan keremajaanmu kepada pezinah. Lebih lanjut kitab Amsal bercerita bahwa perzinahan hanya akan membinasakan daging dan tubuh serta mengeringkan kekayaan.

Penulis mengambil topik ini dengan kesadaran bahawa di masa-masa sekarang ini, sangat banyak sekali kasus perzinahan yang terjadi. Selingkuh sana dan sini sudah menjadi kebiasaan dan banyak orang dan anak muda tidak lagi memelihara kekudusan, padahal Tuhan berkata tubuh kita adalah bait Roh Kudus dan kita telah ditebus oleh Tuhan Yesus sehingga kita ini menjadi milik kepunyaan Allah (1 Korintus 6 : 19).  Jadi jangan pernah anggap enteng tentang hidup kudus dan katakan tegas TIDAK pada perzinahan. Sadarlah, bahwa Allah sangat menyukai pernikahan kudus. Mukjizat pertama yang dilakukan Tuhan Yesus adalah kisah pernikahan di Kana (Yohanes 2 : 1-11). Ini membuktikan bahwa Allah sangat menyukai dan menghormati sebuah pernikahan suci (Ibrani 13 : 4 ).

Dalam menjalin hubungan berpacaran, tetap milikilah kekudusan dan jadikan Tuhan sebagai yang utama dalam setiap hubungan yang terjalin. Jika engkau belum mampu berkomitmen pada kesetiaan dan jalan Tuhan, sebaiknya jangan pacaran dan belajar-lah mepersiapkan terlebih dahulu dirimu secara sikap dan mental hingga engkau sudah cukup dewasa untuk memulainya. Tidak ada gunanya memiliki pacar lebih dari satu di waktu yang sama hanya dengan alasan coba-coba dan alasan lain. Karena tujuan pacaran adalah untuk belajar mengerti tentang tujuan sebuah pernikahan yang sebenarnya yaitu menghadirkan Kerajaan Surga di tengah-tengah dunia.

PERMATA, milikilah Firman Tuhan selalu dalam hatimu karena itulah yang akan menyegarkan jiwamu. Jika Allah sangat membenci perzinahan, maka sebagai bentuk kita menghormati Tuhan, JANGAN LAKUKAN. Tetaplah pertahankan kekudusanmu sehingga semuanya akan terasa indah pada waktuNya Tuhan. Jika engkau sudah terlanjur masuk, segera berbaliklah dan jangan biarkan iblis mengintimidasimu. Bersama Tuhan akan selalu ada kesempatan kedua untuk memulai segala sesuatu yang benar. Mengaku dosalah kepada Tuhan (1 Yohanes 1 :9) dan tunduklah kepada Firman Tuhan.

Selanjutnya, sebelum waktunya tiba, fokuslah mengejar setiap impian dan cita yang telah Tuhan letakkan di dalam hati kita, karena bersama Tuhan masa depan sungguh ada dan harapanmu tidak akan hilang (Amsal 23 : 18).

Post Terkait