Renungan Harian, 13 Maret 2019
1 Korintus 16 : 13 - 14

Berjaga jagalah! Berdirilah dengan teguh dalam iman! Bersikaplah sebagai laki laki! Dan tetap kuat!

Lakukanlah segala pekerjaanmu dalam kasih!
Nats ini adalah pesan Rasul Paulus kepada jemaat di Korintus untuk tetap kuat dalam memberitakan Injil. Bersikap seperti laki laki maksudnya adalah bahwa setiap orang percaya harus memiliki sikap yang kuat, berani dan tangguh. Laki laki diidentikkan sebagai seseorang yang kuat, berani dan tangguh. Karena itu nats ini mengajarkan agar setiap anak Tuhan untuk tidak cengeng dan menjadi anak gampangan, sebaliknya anak Tuhan adalah anak yang tahan uji.
Rasul Paulus adalah seorang Rasul yang setia dan memiliki keteguhan hati untuk mengikut Yesus. Ia memberitakan Injil ke banyak daerah dan salah satunya adalah di daerah Korinti. Kesenangannya adalah memberitakan Injil Kerajaan Allah.
Lalu apa sebenarnya yang membuat Paulus kuat ? Ia pernah berhari hari terdampar di lautan dan tidak makan (Kisah Para Rasul 27 :14 – 44), Ia pernah dipenjara dan banyak pengalaman dasyat lainnya yang dialami Paulus.
Ternyata, ada beberapa hal yang membuat Paulus selalu kuat di dalam Tuhan
1. Paulus selalu menganggap dirinya kecil. Artinya, ia selalu merasa dirinya kecil dan Tuhanlah yang besar. Baginya, Tuhanlah yang menjadi terbesar di dalam dirinya. Firman Tuhan juga dalam Galatia 2 : 20 berkata “Namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku. Dan hidupku yang kuhidupi sekarang di dalam daging, adalah hidup oleh iman dalam anak Allah yang telah mengasihi aku dan menyerahkan diriNya untuk aku.”
2. Paulus selalu merasa dirinya lemah tanpa Tuhan. Artinya dia tidak mampu hidup tanpa Tuhan. Yohanes 15 : 5 menjelaskan demikian. Bahwa hanya di dalam Tuhan kita mampu berbuah banyak. Arti berbuah banyak berarti kita mampu melakukan pelayanan dan tetap kuat hanya bila Kristus hidup di dalam kita.
3. Paulus menyadari bahwa hidup tanpa orang lain tidak berguna. Karena itu ia sangat senang melayani. Memberitakan Injil kepada banyak orang, karena pelayanan itulah kekuatannya. Dalam 2 Korintus 3 : 17 menjelaskan bahwa Tuhan adalah Roh. Roh tidak berwujud. Ia seperti angin. Roh Allah sama dengan Roh Kudus sama dengan Firman Tuhan. Jadi Firman Tuhan inilah Roh yang memberi hidup. Jadi jika kita ingin hidup dalam Roh, hiduplah seturut dengan Firman Tuhan. Hiduplah bergaul erat dengan Firman Tuhan. Dan inilah yang dilakukan Paulus untuk tetap kuat.
PERMATA, yuuk kita meneladani sikap Paulus dalam menjadi teladan dan saksi Kristus bagi dunia.

Post Terkait