Renungan Harian, 17 November 2018
Yohanes 1 : 3

Segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada suatu pun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan.

Bacaan : Yohanes 1 : 1 - 5

Bagiku, ayat ini memiliki makna yang sangat dalam. Awal dari mula segalanya adalah Firman dan Firman itu adalah Allah sendiri. Jadi awal dari segala permulaan adalah Allah sendiri. Jika kita merujuk dalam kisah penciptaan, maka Firman mengatakan ,”Pada mulanya adalah Allah dan sebelum penciptaan terjadi sudah ada Roh Allah yang melayang layang..”.

Berikutnya, dalam proses penciptaan dikatakan “Berfirmanlah Allah..”, artinya segala penciptaan pada hari pertama hingga hari ketujuh dijadikan dan terjadi karena Firman dengan perkataan “Berfirmanlah Allah..”. Jadi segala sesuatu dijadikan oleh Firman dan tidak ada satupun yang jadi bila tidak dengan Firman.

Di ayat yang keempat dikatakan “Dalam Dia” yang berarti di dalam Allah ada hidup. Allah adalah Firman. Berarti di dalam Firman Allah ada kehidupan dan di luar Firman Allah hanya ada kematian.

Selanjutnya dikatakan “.. hidup itu adalah terang manusia”. Konteks ini berarti Allah menjadi manusia di dalam terangNya.

Ayat lima mengatakan “Terang itu bercahaya dan kegelapan tidak menguasainya..”. Jadi, Allah yang telah menjadi manusia digenapi dalam diri Yesus. Ia adalah terang dan kegelapan tidak menguasainya. Kegelapan maksudnya adalah dosa. Seperti yang sudah kita pelajari sebelumnya bahwa Tuhan Yesus tidak berdosa dan tidak mampu berbuat dosa.

Karena itu, ketika ingin hidup di dalam terang dan menjauh dari dosa, hiduplah di dalam Allah karena Allah adalah terang yang bercahaya. Hidup di dalam Allah berarti hidup di dalam FirmanNya.

Post Terkait