PERMATAGBKP.org – HUT GEREJA BATAK KARO PROTESTAN (18 APRIL 1890 – 18 APRIL 2019)

Seratus dua puluh sembilan tahun Gereja Batak Karo Protestan (GBKP) telah berdiri. Tentu saja banyak sekali tantangan yang dihadapi sebagai persekutuan dalam sebuah Gereja. Pada kesempatan kali ini, kita akan belajar sesuatu dari seorang Ketua Umum Moderamen GBKP, Pdt. Agustinus Pengarapen Purba, S. Th, MA.

Empat tahun sudah beliau melayani sebagai Ketua Umum Moderamen GBKP. Ketika ditanya tentang perasaan, sosok yang selalu tenang ini mengatakan “Puji Tuhan, sampai saat ini, saya sangat menikmati pelayanan yang Tuhan berikan kepada saya sebagai Ketua Umum Moderamen GBKP”. Kata menikmati tidak lantas diartikan sebagai sesuatu yang “enak” dipandang dunia. Banyak tantangan dan rintangan yang harus dilalui, sebagai seorang Pendeta maupun sebagai Ketua Moderamen GBKP. Menilik kembali kisah perjalanan pelayanan yang dilalui Bapak ini, ternyata sebelumnya  beliau pernah melayani sebagai Ketua Bidang Diakonia GBKP. Pelayanan ini membawanya untuk banyak menyentuh langsung dengan orang-orang yang membutuhkan, baik jemaat maupun masyarakat. Salah satu bukti nyata yang dilakukannya adalah keterlibatan beliau di posko-posko pengungsi gunung sinabung. Kini, ketika dipercayakan melayani sebagai Ketua Moderamen GBKP, selain terjun langsung ke lapangan, beliau juga harus menggeluti hal-hal yang berhubungan dengan administratif, terkait dengan perjalanan kegiatan pelayanan organisasi Gereja GBKP. Masa transisi di awal, dihadapi beliau dengan terus belajar dan menyesuaikan diri dengan sesama teman yang tergabung dalam sebuah tim kepengurusan. Beliau juga banyak belajar dan mengambil manfaat dari pertemuan-pertemuan dengan majelis Klasis dan Runggun melalui persidangan ataupun kunjungan. Lebih lanjut beliau mengatakan bahwa dalam setiap panggilan pelayanan, kita harus mengerti dan merasakan tuntunan Tuhan, learning by doing dan juga saling mengisi satu dengan yang lainnya sebagai sebuah tim.

Memperingati HUT Gereja GBKP yang sudah menginjak umur seratus dua puluh sembilan tahun, beliau yang pernah melayani sebagai Ketua Klasis Sinabun, Direktur Yayasan Ate Keleng dan Ketua bidang Diakonia ini mengatakan bahwa kini, GBKP harus mampu mengurangi bahkan menekan masalah-masalah internal, karena kita harus menyadari bahwa ada banyak masalah eksternal yang harus dihadapi.

Sebagai seorang Ketua Moderamen yang juga seorang ayah, baginya menjaga keseimbangan dan komunikasi diantara sesama anggota keluarga adalah hal  yang  harus terus dijaga. Bapak yang memiliki tiga anak ini selalu memberikan pemahaman tugas yang harus diembannya sebagai seorang Pendeta bagi jemaat, kepada ketiga anaknya. Ia juga bersyukur dianugerahkan seorang pendamping hidup, seorang Nora yang selalu mengerti, memahami dan mendukung setiap kegiatan pelayanan yang diembannya.

Diakhir kebersamaan, beliau juga berpesan kepada seluruh PERMATA GBKP :

“Tentunya harapan kita bersama, PERMATA GBKP tetap menjadi salah satu tiang Gereja yang sangat diharapkan untuk menjaga dan mengembangkan pengajaran, pelayanan, gerakan oikumene di antar agama begitu juga diantara denominasi Gereja. Dalam tantangan perjalanan Gereja, tentunya kita harus semakin menyadari bahwa kini PERMATA diperhadapkan dengan berbagai – bagai dinamika kehidupan begitu juga pergumulan internal. Kita diajak untuk mengurangi problema – problema  internal karena tantangan eksternal begitu banyak. Untuk meningkatkan spiritualitas  PERMATA dan jemaat GBKP, kita membutuhkan  sinergisitas pelayanan antar kategorial begitu juga unit – unit pelayanan yang ada di GBKP. Kita juga harus mengakui bahwa Gereja adalah milik Kristus. Kepala Gereja kita  adalah Kristus.

Saya sangat merasakan kebaikan Tuhan di sepanjang pelayanan yang saya jalani. Mengutip kitab Masmur 145 : 8 yang mengatakan “Tuhan itu pengasih dan penyayang, panjang sabar dan besar kasih setiaNya.” Meng-imani ayat ini, saya sungguh merasakannya dalam menghadapi berbagai dinamika tantangan Gereja. Tuhan itu maha pengasih dan penyayang, panjang sabar dan besar kasih setianya. Ayat ini menjadi kekuatan bagi saya disamping tentunya ayat-ayat yang lain. Menjalankan iman percaya kepada Tuhan merupakan suatu anugerah yang diberikan Tuhan kepada kita, sehingga sudah selayaknya kita untuk terus bertahan dalam iman percaya kita seberat apapun tantangan, pergumulan dan hal lainnya yang terkadang membuat kita menangis oleh karena tugas-tugas pelayanan yang kita lakukan, dengan setia dan serius. Ayat ini mengajarkan kepada kita, bahwa pemazmur bukan menulis sebuah kata-kata yang tidak mempunyai Roh. Penulis kitab Mazmur pasti merasakan hubungan kedekatannya dengan Tuhan dalam pengalaman hidupnya. Dari pengalaman pelayanannya, terungkaplah dari sang pemazmur bahwa Tuhan itu adalah penyayang, panjang sabar dan besar kasih setiaNya.

Memperingati HUT Gereja GBKP, saya ingin mengatakan “Maju terus PERMATA GBKP dengan terus memegang erat Firman Tuhan, karena kekuatan kita yang sebenarnya, sungguh-sungguh datangnya dari Tuhan, Amin.” (WB)

Post Terkait