PERMATA GBKP.org. –  HUT PERMATA GBKP – 71 – Bukan Suatu Kebetulan

 ̴Ini bagianmu, kerjakanlah sebaik-sebaiknya. Kau dapat melihat orang sukses, karena dia mengerjakan dengan sebaik-baiknya.  ̴

Hari sudah gelap dan aku tersadar bahwa lelah sudah menumpuk dan aku butuh waktu untuk mengisi ulang daya. Kondisi ini adalah gambaran biasa yang bukan hanya aku saja yang merasakannya, namun hampir semua orang. Mengapa hanya hampir semua orang? Karena, ternyata masih banyak orang yang cukup daya untuk tetap beraktivitas. Namun yang menarik adalah adanya pikiran bersyukur yang mengatakan “Dan aku bisa melewati hari ini”. Itu adalah berkat dan jika kita menjelaskan secara rinci kalimat tersebut, bukan hanya nafas kehidupan, tetapi “polisicepek” yang membuat perjalananku lancar ternyata punya andil pada kisah hidupku hari itu.

Porsi yang sama yaitu waktu yang sama-sama 24 jam setiap hari untuk setiap orangnya. Setiap orang akan mengerjakan bagiannya masing-masing. Tapi yang menjadi evaluasi harian adalah, seberapa bermanfaat aku bagi orang di sekelilingku? Apakah hari ini aku ternyata menyiapkan encouragement bagi orang lain? Atau pertanyaan “kamu kenapa?” yang keluar dari mulutku menjadi pelipur bagi temanku. Semakin baik aku memanfaatkan waktu, semakin banyak kebaikan yang dapat kubagikan, pikirku.

Ternyata pekerjaan baik yang tesebut bisa dilakukan pada ruang lingkup yang lebih luas. Bukan hanya antara aku dan orang lain, tetapi juga antara aku, sebuah komunitas dan komunitas lainnya. Terlebih dahulu aku harus berada pada sebuah komunitas dan kemudian berproses di dalamnya sehingga pekerjaan baik yang aku lakukan akan semakin dirasakan banyak orang. Bagiku itu seperti hal yang tidak disengaja,namun kepercayaanku mengatakan semua oleh karena perkenananNya. Bilamana aku tersadar ini bukan sebuah kesengajaan? Apakah ketika aku baru bergabung dengan komunitas itu? Tentusaja, tidak. Di awal, aku hanyalah orang yang diberi tugas dan mengerjakannya dengan baik. Namun, proses yang  kunikmati membawaku pada betapa Tuhan ingin aku berperan.

Aku belum menyebutkan nama komunitas itu dan komunitas itu adalah PERMATA GBKP. Ini bukan komunitas yang terbentuk oleh karena kesamaan hobi. Dengan sangat yakin aku mengatakan bahwa ini lebih dari sekedar perkumpulan. Biasanya kami menyebutnya “persekutuan” sehingga terdengar lebih rohani. Ini bukan komunitas yang hanya melakukan ritus-ritus ibadah melainkan ada orang yang sedang menunggu buah roh dinyatakan melalui setiap orang yang tergabung di dalamnya. Lucu memang, karena tidak semua yang tergabung di dalam komunitas ini sadar bahwa ia adalah bagiannya. Karena menjadi bagian komunitas ini adalah sebuah tahap yang wajib dilewati bagi anggota Gereja Batak Karo Protestan (GBKP) sebelum ia memperoleh pemberkatan atas pernikahan kudus.

Muncul pertanyaan apa yang dilakukan komunitas ini sehingga atas apa yang dilakukannya ternyata bisa berdampak tidak hanya pada satu atau dua orang tetapi komunitas lainya. Ringkasnya, saat ini aku berdoa- oleh karena iman percayaku pada Keselamatan yang disediakan Allah bagiku melalui Kristus Yesus-, kemudian sebagai ucapan syukurku, yang aku miliki bersama dengan komunitas ini dibagikan bagi orang lain. Doaku direspon Allah dengan menunjukkan bahwa ada orang-orang yang perlu dibimbing dalam pengenalannya terhadap Kristus. Kemudian aku dan komunitasku berjuang untuk membuat konten ajar yang sesuai sehingga orang yang datang ke dalam persekutuan mendapat pengajaran akan Kristus. Aku tidak ingin berhenti di situ, Allah menunjukkan bahwa aku harus berbuat kebaikan bagi orang-orang yang terpinggirkan. Sehingga bukan untuk dipermalukan, namun aku dan komunitasku menggalang dana bagi orang-orang lain yang berkebutuhan khusus. Mengajak para ahli Kesehatan, Pendidikan, Musik, Public Speaker dan lainnya untuk berbagi dalam aksi sosial yang setiap hari di sepanjang tahun bisa aku dan komunitas kulakukan. Ia juga menunjukkan bahwa kebiasaan umat manusia yang merusak lingkungan harus diubah menjadi peduli terhadap lingkungan. Reboisasi, Aksi Bersih hingga kampanye melalui media digital menjadi buah dari hikmat yang Allah beri bagiku.

Allah belum dan tidak akan berhenti memakai aku dan komunitasku untuk terlibat dalam rencana kerja-Nya di dunia ini. Banyak hal yang ia ingin aku dan komunitas kulakukan untuk menghadirkan damai Kristus di dunia ini. Hari yang sudah gelap itu juga memberiku sebuah apresiasi oleh karena aku tidak membiarkan diriku menjadi tidak berguna. Orang-orang boleh saja berkata untuk apa melakukan hal-hal ini, tapi rasa syukurku atas kemurahan hati Allah membuatku bangga pada diriku sendiri. Aku bangga karena aku sudah mengalahkan rasa takutku berada di depan banyak orang. Aku bangga bisa bermain instrument untuk menyampaikan kidung indah bagi Allah. Aku bangga tanganku kotor namun kebiasaan burukku merusak lingkungan sudah terganti menjadi kepedulian. Aku bangga mendapati orang-orang yang tidak seberuntung aku dan aku dapat menjadi bagian menyenangkan di hidupnya. Aku bangga menjadi bagian dari PERMATA GBKP yang sudah 71 tahun Allah pakai. Aku hanya sedang berusaha mengerjakan bagianku sebaik-baiknya untuk menghadirkan sukses yang bukan hanya diriku saja yang merasakannya.

Note:

Penulis menggunakan sudut pandang orang pertama agar pembaca juga dapat menjadi orang dalam tulisan di atas.

Sumber : Micael Andepa Pinem

Post Terkait