Renungan Harian, 16 April 2019
Amsal 10 : 17 - 18

Siapa mengindahkan didikan, menuju jalan kehidupan, tetapi siapa mengabaikan teguran, tersesat.

Siapa menyembunyikan kebencian, dusta bibirnya, siapa mengumpat adalah orang bebal.
Kitab Amsal adalah kitab yang penuh dengan nasehat akan kehidupan. Saya sendiri, sebagai penulis yang menulis renungan kali kali ini sering sekali ditegur dan dididik oleh Tuhan melalui kitab Amsal ini. Terkadang makna yang terkandung di dalamnya sangat dalam dengan kata-kata yang terlihat sederhana. Misalnya saja, dalam Amsal 9 : 6 dikatakan “buanglah kebodohan..”. Maksud dari kebodohan disini bukanlah hal-hal yang bersifat ilmu pengetahuan, bukan karena peringkat dalam study yang tidak baik, tetapi kebodohan yang dimaksud lebih kepada ketika manusia menyimpan dan melakukan apa yang menjadi keinginan dunia. Salah satunya yang dikatakan dalam Amsal 12 : 16 “Bodohlah yang menyatakan sakit hatinya seketika itu juga..”. Artinya ketika kita memilih hidup dalam rasa sakit hati, maka kita akan menjadi manusia yang bodoh, sebaliknya Tuhan menasehati kita untuk mengabaikan cemooh agar kita menjadi orang yang bijak.
Hari ini, nats kitab Amsal mengajarkan kepada kita untuk mengindahkan didikan agar kita memiliki kehidupan. Artinya kita sebagai anak muda PERMATA, sudah seharusnya untuk memelihara didikan yang diberikan Tuhan kepada kita dalam kehidupan. Didikan Tuhan dapat berupa teguran melalui Firman Tuhan. Didikan Tuhan dapat berarti bagaimana kita mampu berjalan dalam iman percaya kita kepada Tuhan Yesus Kristus dalam kehidupan ditengah menghadapi gelombang kehidupan. Dan siapa yang memelihara didikan Tuhan, akan memperoleh kehidupan. Kehidupan yang dimaksud adalah kehidupan dalam kebenaran. Kehidupan yang dimaksud adalah kemampuan menikmati segala yang terjadi dengan tetap berlandaskan kebenaran Firman Tuhan. Karena itu, peganglah dan lakukanlah apa yang Tuhan katakan dalam Firman Tuhan dan jangan mengeraskan hatimu, ketika ditegur oleh Tuhan.
Selanjutnya, ayat 18 mengajarkan kepada kita untuk tidak menyembunyikan kebencian. Manusia sering sekali kelihatan bersikap baik di depan, namun busuk dalam hatinya. Kebanyakan manusia seringsekali mengumpat dalam hatinya. Iblis sering sekali menggoda manusia untuk memiliki sifat iri hati yang pada akhirnya menimbulkan kebencian pada dirinya terhadap orang lain. Tidak tanpa alasan adanya statement yang sering beredar di masyarakat yang berbunyi “Senang melihat orang susah dan susah melihat orang senang”. 
PERMATA, hari ini Firman Tuhan mengajarkan kepada kita untuk membuang semuanya itu, tidak menjadi orang yang menyembunyikan kebencian, mengumpat, tidak menjadi orang bebal, tidak menjadi orang yang berdusta dalam bibirnya, namun sebaliknya kita terus belajar untuk menjadi anak Tuhan yang mengindahkan didikan Tuhan melalui FirmanNya dan tidak mengabaikan teguran, karena segala sesuatu yang berasal dari Tuhan, akan membawa kita kepada kehidupan yang berlandaskan kebenaran, sehingga nantinya, kehidupan kekal akan menjadi milik kita.

Post Terkait