Renungan Harian, 24 Mei 2019
Kejadian 50 : 15 - 21

"Memang kamu telah mereka rekakan yang jahat terhadap aku, tetapi Allah telah mereka rekakannya untuk kebaikan, dengan maksud melakukan seperti yang terjadi sekarang ini, yakni memelihara hidup suatu bangsa yang besar." (Kejadian 50 : 20)
Perikop ini adalah kisah tentang Yusuf yang telah dikhiananti oleh saudaranya hingga ia menjadi seorang yang sangat berpengaruh di Mesir. Banyak hal yang telah dialaminya mulai dari dicurangi oleh saudaranya sendiri, dijual, difitnah hingga ia pernah menjadi tahanan di dalam penjara. Secara manusia, ia mempunyai alasan yang sangat banyak untuk membenci saudaranya.
Ketika ia telah menjadi orang yang besar, Yusuf juga mempunyai kesempatan untuk membalaskan kejahatan yang pernah dilakukan oleh saudaranya kepadanya dengan berbalik melakukan kejahatan. Ia bisa saja membenci saudaranya dan ia mempunyai kekuasaan yang sangat besar pada waktu itu, untuk melakukannya.
Tetapi apakah yang dilakukan Yusuf ?
Ia memilih untuk mengampuni dan mengasihi kembali saudaranya. Saat Yusuf telah menjadi orang yang besar dan para saudaranya sangat takut untuk menghadapnya dan ingin meminta ampun kepadanya, ia malah menangis karena perkataan itu (ayat 17). 
Betapa menakjubkan hati dan kasih yang dimiliki Yusuf. Saat ia memiliki kesempatan untuk membenci, ia malah mengampuni. Lebih lagi, ia membalas kejahatan dengan melakukan kasih. Ia merasa tidak ada hak untuk menghakimi, karena ia mengetahui hanya TUHAN saja yang berhak melakukannya (ayat19).
Apakah kita ingin tau, mengapa Yusuf sebagai orang yang masih muda pada saat itu, mampu melakukannya ?
Karena ia memiliki iman yang teguh kepada Tuhan. Ia percaya, sekalipun orang mereka rekakan yang jahat kepadanya, tetapi Allah akan mereka rekakan untuk kebaikan baginya. Wow..!
PERMATA, yook kita semakin belajar..betapa indahnya mengampuni.

Post Terkait