Renungan Harian, 14 April 2019
Keluaran 20 : 8

Ingat dan kuduskanlah hari Sabat
Ini adalah perintah Tuhan yang keempat dari keseluruhan sepuluh Firman. Kata Tuhan, kita wajib untuk ingat dan menguduskan hari Sabat. Pada zaman Musa, hari Sabat diartikan sebagai peringatan untuk selalu bersyukur dan memuji Tuhan yang membebaskan bangsa Israel dari perbudakan (Ulangan 15 : 5). Perintah untuk menguduskan hari Sabat sebagai hari untuk memuji dan menyembah Allah dan mengingatkankan kepada bangsa Israel bila Allah-lah yang menuntun mereka untuk keluar dari tanah Mesir yang berarti membebaskan mereka dari perbudakan.
Menguduskan hari Sabat memiliki makna berhenti dari segala pekerjaan dan bersyukur kepada Allah. Dalam Kitab Kejadian diartikan bahwa hari Sabat adalah sebagai hari ketujuh, dimana Allah berhenti dari pekerjaan segala ciptaan. Dan Allah menguduskanNya (Kejadian 2 : 1 – 2).
PERMATA, Tuhan Yesus menjadikan hari Sabat untuk kita boleh lebih merasakan dan menikmatiNya. Perintah Tuhan untuk ingat dan kuduskanlah hari Sabat sudah seharusnya kita hormati. Berhenti dari segala kegiatan duniawi yang berarti berhenti dari segala kegiatan atau bahkan berfikir tentang berbagai hal siklus dunia misalnya untung rugi, berhenti memikirkan masalah dan segenap pergumulan dan sebaliknya kosongkanlah hati kita untuk dapat diisi dan disegarkan oleh Firman Tuhan dan menyediakan waktu untuk Tuhan dalam bersekutu dan menyembahNya dalam roh dan kebenaran.
PERMATA, “ingat dan kuduskanlah hari Sabat. Enam hari lamanya engkau akan bekerja dan melakukan segala pekerjaanmu, tetapi hari ketujuh adalah hari Sabat Tuhan, Allahmu..” (Keluaran 20 : 8 – 10).

Post Terkait