Renungan Harian, 31 Maret 2019
Markus 21 : 18 - 22

Dan apa saja yang kamu minta dalam doa dengan penuh kepercayaan, kamu akan menerimanya (Markus 21 : 22)
Kisah Tuhan Yesus mengutuk pohon ara memberikan banyak pelajaran berharga buat kita diantaranya adalah :
1. Apa yang Tuhan Yesus perkatakan itulah yang akan terjadi.
Ketika itu, Tuhan Yesus merasa lapar dan ingin makan buah ara dari pohon tersebut, namun Tuhan Yesus tidak mendapatkan buahnya selain daunnya saja lalu Tuhan berkata : “Engkau tidak akan berubah selama-lamanya!” dan seketika itu juga, pohon ara tersebut tidak berbuah. Apa yang Tuhan Yesus perkatakan, itulah yang terjadi. Sama seperti Tuhan Yesus, Tuhan juga memberi kuasa kepada kita untuk melakukannya. Jika kita berkata dengan iman percaya kita, maka apapun dapat terjadi.
2. Ayat 21 mempertegas apa yang telah dijelaskan di ayat awal, yaitu ketika kita berkata dengan iman percaya dan tidak bimbang, maka apa yang kita perkatakan akan terjadi, begitu juga dengan berdoa.
Dalam doa yang penuh dengan kepercayaan, akan ada hasil yang nyata. Kuncinya adalah ketika berdoa, kita harus menggunakan iman percaya dan tidak bimbang. Artinya dalam berdoa kita harus menjadi tenang (1 Petrus 4 : 7).
PERMATA, sebagai anak-anak Tuhan, sudah seharusnya doa menjadi salah satu kebiasaan bagi orang percaya. Doa adalah nafas hidup orang kristen, artinya orang kristen tidak akan bisa hidup tanpa berdoa.
1. Berdoa harus dalam keadaan hati yang tenang, karena itu Petrus mengatakan “kuasailah dirimu dan jadilah tenang, agar kamu dapat berdoa”.
2. Berdoa juga harus di dalam setiap waktu dan di dalam Roh, artinya Kristus adalah Roh, jadi berdoa kepada Kristus berarti kita harus berdoa kepada Roh Allah. Berdoa di dalam Roh artinya berdoa di dalam kebenaran. Kebenaran adalah Firman Tuhan. Berarti berdoa di dalam kebenaran adalah berdoa di dalam Firman Tuhan, berdoa dengan memperkatakan Firman Tuhan di dalam doa kita karena itulah kebenaran sesugguhnya.
3. Berdoa bagi orang sakit, artinya kita harus saling mengaku dosa kita dan saling mendoakan, karena doa harus dimulai dengan kemurnian dan harus terlepas dari dosa. Manusia tidak mungkin menang dari dosa jika tidak di dalam Kristus, karena itu berdoalah bagi mereka yang sakit dengan terebih dahulu mengaku dosa di hadapan Tuhan, karena doa orang benar bila dengan yakin di doakan sangat besar kuasanya. (Yakobus 5 : 16).
4. Jangan menjadi orang yang salah berdoa. Orang yang salah berdoa mengartikan bahwa seseorang berdoa dengan meminta sesuatu kepada Tuhan hanya untuk dihabiskan untuk memuaskan hawa nafsu (Yakobus 4 : 2 – 3).
PERMATA, jadilah pendoa syafaat bagi dunia, karena untuk itulah kita dipanggil.
“Demikian juga Roh membantu kita dalam kelemahan kita, sebab kita tidak tahu, bagaimana seharusnya berdoa, tetapi Roh sendiri berdoa untuk kita kepada Allah dengan keluhan-keluhan yang tidak terucapkan.
Dan Allah menyelidiki hati nurani, mengetahui maksud Roh itu, yaitu bahwa ia, sesuai dengan kehendak Allah, berdoa untuk orang-orang kudus.”

Post Terkait