Renungan Harian, 25 September 2018

Keluaran 17 : 8 -16

Ketika Musa bersama Yosua mengalahkan bangsa Amalek, Musa berperang dengan cara yang unik. Dia pergi ke puncak bukit dan memegang tongkat Allah di tangannya, sementara yang berperang melawan bangsa Amalek adalah Yosua bersama beberapa orang Israel pilihan.

Ketika Musa mengangkat tongkat Allah di tangannya maka kuatlah bangsa Israel, dan sebaliknya, jika.Musa.mulai lelah dan tongkat Allah di tangannya mulai turun, maka melemahlah bangsa Israel. Maka ketika tangan Musa penat, ia mengambil sebuah batu, kemudian diletakkannya di bawahnya, supaya ia duduk di atasnya. Harun dan Hur berada di kedua sisi Musa untuk membantu tangan Musa sehingga tidak bergerak dan tetap terangkat sampai matahari terbenam. Dan menanglah mereka melawan bangsa Amalek

Kalau kita pikir kembali, tanpa Musa mengangkat tongkatnya-pun, sebenarnya Tuhan Allah mampu menjadikan bangsa Israel menang melawan bangsa Amalek. Tetapi begitulah cara yang Tuhan ingin Musa lakukan..

Unik ya cara Tuhan ? Terkadang dan seringsekali jalan Tuhan untuk kita teramat unik dan tak terselami. Ketika membaca ini lagi, kita boleh belajar, ketika Tuhan ingin kita lakukan sesuatu, ya lakukan saja, walau terkadang kelihatan aneh dan tak masuk akal.

Hariini kita boleh belajar bahwa sebenarnya Tuhan hanya menginginkan ketaatan kita menuruti semua perintahNya (tanpa berfikir keras kenapa ini dan kenapa itu, atau mungkin ga ya atau ahh masa begitu) hingga jalan terbuka lebar dan kemenanganpun terjadi..
Prinsipnya, bagi Allah tidak ada yang mustahil (Lukas 1 : 37)

Post Terkait