Jangan Cinta Uang

Renungan Harian, Rabu 09 Agustus 2018
1 Timotius 6 : 10 & 17; Matius 6 : 33

Karena akar dari segala kejahatan ialah cinta uang. Sebab oleh memburu uanglah beberapa orang telah meyimpang dari iman dan menyiksa dirinya dengan berbagai bagai duka.

Peringatkanlah kepada orang-orang kaya di dunia ini agar mereka jangan tinggi hati dan jangan berharap pada sesuatu yang tak tentu seperti kekayaan, melainkan pada Allah yang dalam kekayaanNya memberikan kepada kita segala sesuatu untuk DINIKMATI.

Tetapi CARILAH dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka SEMUANYA itu akan ditambahkan kepadamu.

Jangan salah mengartikan ayat-ayat ini. Apakah ingin kaya itu salah ? Tentu tidak, karena sesugguhnya Allah kita adalah Allah yang kaya. Ia yang menciptakan langit bumi dan seluruh isinya. Tentu saja kita sebagai anak-anakNya akan mewarisi kekayaan itu.

Apakah ingin sukses itu salah ? Tentu tidak. Tuhan Allah kita adalah Allah yang sukses. Dalam pelayananNya di dunia ini, Tuhan Yesus selalu berhasil dan tak pernah gagal. Apa yang ia perkatakan, itulah yang terjadi.

Yang dimaksudkan disini adalah jangan mencintai uang dan berharap pada uang. Artinya mencintai uang adalah melakukan segala galanya demi uang dan berharap selalu kepada uang. Mungkin kita akan berfikir ” pasti menjurus ke jangan korupsi”.

Ya tentu saja, korupsi  tidak diijinkan Tuhan. Lebih dari itu., mencintai uang berarti memberhalakan uang. Memberhalakan uang berarti menganggap uang sebagai yang terpenting dan bukan Tuhan. Praktek nyata yang secara tak sadar kita lakukan dari bukti memberhalakan uang adalah menghilangkan saat teduh hanya karena pekerjaan untuk menghasilkan uang atau menghilangkan waktu pergi ke Gereja hanya karena pekerjaan yang menghasilkan uang dan masih banyak lagi. Tanpa sadar kita sering menganggap pekerjaan lebih penting daripada Tuhan. Terkadang kita harus membawa dan mengerjakan pekerjaan kantor di rumah demi deadline tugas, yang akhirnya menghilangkan waktu teduh dan bersekutu di hari Minggu.

Sebagai anak Tuhan, kita tidak boleh mencintai uang karena uang adalah akar dari segala kejahatan. Hal ini  bukan berbicara bahwa kita tidak boleh menjadi kaya dan sukses. Banyak sekali orang menganggap kalau sudah ikut Tuhan, hidup bakal susah. Tentu saja anggapan ini sama sekali tidak benar. Karena Allah kita adalah Allah sumber hikmat dan kekayaan yang akan selalu melimpahkan kepada kita menurut kasih dan karuniaNya kepada setiap anak-anak yang dikasihiNya.

Mencintai uang berarti memberhalakan uang dan menganggap uang lebih penting daripada Tuhan. Ini yang tidak benar. Sebaliknya, Tuhan berjanji, jika engkau mencari Kerajaan Allah dan kebenarannya terlebih dahulu, maka semuanya akan ditambahkan Tuhan kepada kita (Matius 6 :33). Artinya, ketika hidup kita berkenan kepada Tuhan, Tuhan sendirilah yang akan memerintahkan berkatNya turun melimpah ke atas kita.

Kalau Tuhan sudah memberikan berkatNya kepada kita, bukanlah artinya itu lebih dari hanya dari sekedar uang dan kekayaan materi saja ? Lebih daripada itu, kesejahteraan jasmani, rohani dan materi akan menjadi milik kita dan tentu saja yang apa yang kita miliki semuanya dapat kita nikmati dengan sukacita.

Post Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.