Renungan Harian, 19 April 2019

Tiga Keajaiban Jumat Agung (Kematian Yesus)

1. Kegelapan terjadi selama tiga jam (12.00 – 15.00, Matius 27 : 45).
Bahkan mataharipun enggan bersinar. Kegelapan ini menandakan bahwa sunber TERANG bagi dunia yang sesungguhnya (Tuhan Yesus) telah disiksa hingga mati (Yesaya 9 : 1; Matius 4 :16). Bumi berduka dan kembali kepada keadaan semula (Bumi belum berbentuk dan kosong. GELAP GULITA menutupi samudera raya dan Roh Allah melayang layang diatas permukaan air (Kejadian 1 :2))

2. Bumipun bergetar. Tirai Bait Suci terbelah dua (Matius 27 :51). Ini menandakan bahwa setelah kematian Yesus sebagai Sang Penebus dosa manusia, maka setiap orang mampu bertemu dengan Allah dan berdoa secara langsung dengan Allah tanpa lagi perantaraan Imam atau hanya di Bait Suci saja. Dimana saja dan kapanpun kita dimampukan untuk membangun hubungan secara pribadi dengan Allah dalam Kristus Yesus.

3. Kepala Pasukan yang bertobat (Matius 15 : 39)
Mukjizat terbesar bagi Allah adalah ketika satu orang saja bertobat, percaya dan dengan setia mengikut jalan Tuhan. “Aku berkata kepadamu : Demikian juga akan ada sukacita di Sorga karena satu orang berdosa yang bertobat, lebih daripada sukacita karena sembilan puluh sembilan orang benar yang tidak memerlukan pertobatan”. (Lukas 15 :7). Setelah melihat Tuhan Yesus mati di kayu salib, kepala pasukan bertobat dan mengatakan “Sungguh orang ini adalah Anak Allah”

Post Terkait