Baca:  Mazmur 5:1-13

“Tuhan, pada waktu pagi Engkau mendengar seruanku, pada waktu pagi aku mengatur persembahan bagi-Mu, dan aku menunggu-nunggu.”  Mazmur 5:4

Di dalam kekariban dengan Tuhan ada pertolongan dan mujizat.  Daniel adalah contoh lain anak muda yang memiliki kekariban dengan Tuhan.  Tertulis:  “Demi didengar Daniel, bahwa surat perintah itu telah dibuat, pergilah ia ke rumahnya. Dalam kamar atasnya ada tingkap-tingkap yang terbuka ke arah Yerusalem; tiga kali sehari ia berlutut, berdoa serta memuji Allahnya, seperti yang biasa dilakukannya.”  (Daniel 6:11).

Tiga kali sehari Daniel sujud menyembah dan memuji Tuhan sehingga jangan heran jika ia menjadi anak muda yang berbeda, yang memiliki excellent spririt.  Ketika Daniel dimasukkan ke dalam gua singa, mujizat Tuhan terjadi:  malaikat-malaikatNya diutus Tuhan untuk mengatupkan mulut singa-singa itu sehingga ia selamat dan tetap hidup.  Masih banyak tokoh-tokoh dalam Alkitab yang karena kekaribannya dengan Tuhan tidak hanya mengalami kebaikan Tuhan, tapi juga dipakai Tuhan secara luar biasa sebagai alatNya.

Bagaimana dengan kita?  Adakah kita rindu untuk membangun kekariban dengan Tuhan?  Jika kita ingin menikmati berkat-berkat Tuhan dan mengalami kebaikanNya jangan tunda-tunda waktu lagi, mulai sekarang bangunlah kekariban dengan Tuhan, bukan hanya saat kita beribadah di gereja, tapi juga secara pribadi melalui saat teduh kita setiap hari.  Saat ini banyak orang Kristen yang sudah kehilangan kekaribannya dengan Tuhan.  Kita sulit sekali menyediakan waktu untuk bersujud, memuji, menyembah, mengucap syukur dan merenungkan firmanNya secara pribadi.  Berdoa hanya seperlunya saja dan saat butuh.  Bagaimana kita akan mengalami penggenapan janji-janji Tuhan dalam hidup ini jika kita tidak karib dengan Tuhan?

Membangun kekariban dengan Tuhan adalah sebuah proses.  Jadi tidak ada yang instan, tapi perlu latihan dari hari ke sehari.  Jangan malas dan teruslah berlatih!  Kita harus memaksa tubuh kita untuk berdoa dan melawan rasa kantuk yang menyerang.  Firman Tuhan menasihatkan,  “Berjaga-jagalah dan berdoalah, supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan:  roh memang penurut, tetapi daging lemah.”  (Matius 26:41). (AB)

Jika pada awalnya kita gagal, coba lagi sampai hal itu menjadi sebuah kebiasaan.