Renungan Harian, 02 Februari 2019
Tak berkesudahan kasih setia Tuhan, tak habis habisnya rahmatNya, selalu baru tiap pagi, besar kesetianMu

Ratapan 3 : 22 – 23

Kitab Ratapan adalah kitab yang ditulis oleh nabi Yeremia yang mengisyaratkan tentang kesedihan dan pengharapan. Secara umum Yeremia menentang dua kejahatan bangsa Israel pada masanya yaitu penyembahan berhala dan ketidakadilan.

Dikatakan dalam ayat ini bahwa kasih setia Tuhan tidak akan pernah berkesudahan. Tuhan adalah setia dan kasihNya tidak pernah berkesudahan, karena sifat utama Allah adalah kasih. Allah adalah kasih dan setiap orang yang mengasihi lahir dari Allah (1 Yohanes 4 : 7 – 8). Ketika Ia memilih bangsaNya keluar dari tanah Mesir, Tuhan sungguh bertanggungjawab terhadap bangsa pilihanNya. Ada tiang awan di waktu siang, tiang api di waktu malam, manna sebagai makanan dan masih banyak lagi bukti kasih Tuhan.

Dalam perjanjian baru, Tuhan dalam Yesus Kristus juga datang ke dunia hingga perjalanan salib yang harus dipikulNya, adalah bukti bahwa Tuhan sangat mengasihi kita. Dalam Yohanes 3 : 16 dikatakan “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia mengaruniakan anakNya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepadaNya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang  kekal”. Dari ayat ini kita bisa percaya bahwa Allah sangat mengasihi manusia.

Dalam 1 Korintus 13 : 13 berkata “Demikianlah tinggal ketiga hal ini, yaitu iman, pengharapan dan kasih dan yang paling besar diantaranya ialah kasih”. Ayat ini menjelaskan bahwa diantara iman, pengharapan dan kasih, maka kasih adalah yang terbesar dari antaranya. Artinya, ketika iman dan pengharapan telah menjadi nyata, maka hal yang harus tetap tinggal adalah kasih. Kasih Tuhan adalah kekal adanya dan segala sesuatu yang ada di Sorga adalah kekal.

Kasih Tuhan kepada manusia adalah sesuatu yang kuat dan bukan kelemahan. Tuhan mengasihi manusia dan kasihNya adalah ketegasan yang bersahaja. Jangan pernah menganggap Tuhan lemah dengan kasihNya, sehingga itu menjadi alasan kita, sengaja untuk terus hidup di dalam dosa. Tuhan maha kasih dan Tuhan kita juga adalah Tuhan yang tegas, karena Ia berfirman “Katakan ya jika ya dan katakana tidak jika tidak, apa yang lebih daripada itu berasal dari si jahat (Matius 5 : 37). Selanjutnya, Ia juga ingin kita untuk meneladaniNya dalam kasihNya (1 Korintus 13 : 4 – 8)

Rahmat Tuhan merupakan sesuatu yang diberikan Tuhan kepada kita secara cuma Cuma karena kesetiaanNya kepada manusia. Dan dikatakan bahwa Rahmat Tuhan akan selalu baru setiap pagi, karena besar setia Tuhan kepada kita.

Setelah apa yang Tuhan sediakan kepada kita, bukankah kita harus selalu mengucap syukur kepada Tuhan ?

Yuk PERMATA, kita tetap memilih untuk setia kepada Tuhan dan meneladani kasihNya.

Post Terkait