Renungan Harian, 05 April 2019
Ibrani 13 : 5

“Janganlah kamu menjadi hamba uang dan cukupkanlah dirimu dengan apa yang ada padamu. Karena Allah telah berfirman : “Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau.”

Ada sebuah pengertian yang berkemabang di masyarakat yang intinya mengatakan :”Segala-galanya butuh uang”. Perkataan ini sangat banyak memperngaruhi prinsip orang tentang fungsi uang dalam kehidupan. Dalam kehidupan, kita memang membutuhkan uang untuk melanjutkan kehidupan. Kebutuhan sehari-hari memang tidak akan mungkin didapatkan tanpa ada uang.

Eitss.., tapi tunggu dulu.

Uang memang berguna dalam kehidupan, tetapi jangan biarkan segala aspek kehidupanmu dikuasai oleh uang. Jadikan uang menjadi sahabatmu dan bukan TUHAN-mu.

Lalu, bagaimana caranya ?

Menjadikan uang menjadi sahabat berarti kita boleh mengambilnya ketika diperlukan, kita boleh menyimpannya sebagai tabungan, namun jangan meng-halalkan segala cara untuk mendapatkannya. Jangan menjadi seseorang yang “gila” uang sehingga engkau melakukan apapun demi mendapatkannya. Uang bukan Tuhan. Seharusnya, engkau harusnya melakukan segala cara untuk mendekatkan dirimu kepada Tuhan dan bukan kepada uang.

Dikatakan pada ayat ini “cukupkanlah dirimu dengan apa yang ada padamu.”. Paulus dalam Kitab Timotius menjelaskan apa arti “cukup” yang sebenarnya dengan mengatakan “Asal ada makanan dan pakaian, cukuplah.” (1 Timotius 6 : 8), lagipula “Berkat Tuhanlah yang menjadikan kaya, susah payah tidak akan menambahinya.” (Amsal 10 : 22).

Soo PERMATA, jangan menjadi hamba uang yang menjadikan uang sebagai yang terpenting dalam kehidupan. Kekayaan diperoleh karena berkat Tuhan dan bukan karena susah payah kita. Menginginkan kaya tidaklah salah, namun jangan menjadi hamba uang. Jadikan Tuhan tetap sebagai Tuhan dalam hidupmu, maka Tuhan yang menjadi sumber berkat  itulah yang akan memerintahkan berkat itu turun atasmu.

Post Terkait