Renungan Harian, 17 Agustus 2019
Galatia 5 : 1 – 26

“Barangsiapa sudah menjadi milik Kristus Yesus, ia telah menyalibkan daging dengan segala hawa nafsu dan keinginannya.”

Syalom PERMATA, Salam MERDEKA!

Hari ini adalah hari dimana seluruh bangsa Indonesia merayakan kemerdekaan Negara Republik Indonesia. Tujuh puluh empat tahun sudah Indonesia sah merdeka dari belenggu penjajahan dan menyatakan sebagai bangsa yang merdeka. Kemerdekaan Republik Indonesia ditandai dengan pernyataan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia oleh pejuang bangsa. Hingga kini, perkembangan menjadi sebuah bangsa yang besar terus dilakukan, tidak hanya oleh pemimpin negeri ini tetapi juga seluruh rakyat Indonesia.

Makna kemerdekaan adalah sebuah kebebasan dari belenggu yang mengikat, yang membuat sebuah penderitaan. Lalu,ketika kita sudah menyatakan diri merdeka sebagai rakyat Indonesia, apakah kita benar-benar merdeka sebagai anak Tuhan ?

Dalam Galatia yang menjadi nats kita pada hari ini, ternyata ada arti merdeka sebagai orang-orang percaya. Mari kita tilik dan lihat dengan baik apa arti dibalik merdeka sebagai orang percaya.

Dikatakan, bahwa Kristus-lah yang memerdekakan kita. Artinya kita hanya bisa merasakan kebebasan dan merdeka sebagai anak Tuhan hanya bila kita hidup di dalam Kristus. Mengapa ? Karena Yesus Kristus telah membebaskan kita dari belenggu dosa yang begitu mengikat kita. Pada masa perjanjian lama, dimana manusia hidup di dalam hukum Taurat, ada beberapa perintah yang harus dituruti diantaranya adalah bersunat. Dikatakan, setiap orang harus bersunat dan melakukan segenap apa yang ada di dalam hukum Taurat. Namun, ketika Tuhan Yesus datang ke dunia, Tuhan Yesus sendirilah yang telah menjadi penggenapan hukum taurat yang ada (Matius 5 : 17). Hal ini berarti, manusia sesugguhnya tidak mampu melakukan hukum Taurat yang berlaku dengan benar, karena sebanyak apapun kebaikan yang dilakukan manusia tidak akan mampu membeli keselamatan, karena keselamatan yang ada bukan karena kita melakukan hukum Taurat, namun dengan percaya kepada Yesus Kristus (Galatia 5 : 6). Hanya salib Kristus, bukti karya keselamatan dari Tuhan kepada manusia.

Selanjutnya, hal yang harus kita mengerti adalah Tuhan Yesus bukan meniadakan hukum Taurat, melainkan menggenapinya. Menggenapi dapat diartikan sebagai menyempurnakan hukum Taurat yang ada. Jadi bukan berarti hukum Taurat itu tidak berarti apapun, namun melakukan hukum yang dilandasi kasih merupakan penyempurnaan yang ada di dalam Kristus (Galatia 5 :14).  Jadi, kesimpulan sederhananya adalah,  percayalah kepada Yesus, maka kamu akan selamat, karena keselamatan dan kemerdekaan yang sesugguhnya hanya ketika kita ada di dalam Yesus. Dalam Yesus, manusia tidak lagi hidup di bawah hukum Taurat, melainkan hukum kasih karunia dan keselamatan hanya kita dapatkan dengan percaya kepada Yesus dan bukan karena melakukan hukum Taurat.

Selanjutnya, merdeka sebagai anak Tuhan berarti kita bebas dari belenggu dosa dan keinginan untuk melakukan dosa, sebaliknya hidup menurut Roh yang dipimpin oleh Kristus. Mematikan keingina daging dan melakukan buah Roh adalah wujud kemerdekaan yang sesugguhnya sebagai anak Tuhan. Barangsiapa mengaku bahwa Yesus adalah Tuhan dan percaya dengan hatinya, ia telah menyalibkan segala keingina daging dengan segala hawa nafsu dan keinginannya, tidak gila hormat, membebaskan diri untuk saling menentang dan saling mendengki, sebaliknya memiliki kehidupan yang dipimpin oleh Roh Allah. Inilah makna kemerdekaan anak Tuhan.

PERMATA, sudahkah kita merdeka sebagai anak-anak Tuhan ?

Post Terkait