Renungan Harian, 20 Juni 2019
Mazmur 73 : 1

Sesungguhnya Allah itu baik bagi mereka yang tulus hatinya, bagi mereka yang bersih hatinya

Diperlukan kerendahan hati memang ketika melayani atau ketika memulai melakukan pelayanan, sehingga kita tetap boleh memelihara tujuan yang sebenarnya dalam kehidupan pelayanan yang kita lakukan, yaitu tetap berfokus pada Tuhan, karena setiap pelayanan yang dilakukan hanyalah untuk kemuliaan namaNya.

Berlindung di balik salib Tuhan mengindikasikan adanya keadaan dimana kerendahan hati dijunjung tinggi. Bukan untuk mencari kemuliaan diri melainkan kemuliaan Tuhan, bukan untuk mencari pengakuan, melainkan dalam setiap pelayanan yang kita lakukan, salib Kristus yang tampak dan bercahaya.

Kerendahan hati.
Dua kata, namun sadarkah kita, ada banyak proses peleburan yang harus dilalui untuk mencapainya. Bagiku hingga kini, dua kata ini adalah proses peleburan diri yang secara terus menerus harus dipelajari. Kelihatan terlalu sulit, tetapi sebenarnya tidak, bila kita meminta pertolongan Tuhan.

Kerendahan hati akan berbicara tentang fokus hati. Tuhan sangat senang sekali dengan orang yang tulus hatinya (Mazmur 73 : 1), karena itu setiap orang percaya harus memiliki ketulusan hati. Tulus hati mengartikan bahwa semua yang dilakukannya hanyalah berfokus dan untuk Tuhan. Lalu ketika kita bertanya bagaimana menilainya ? Marilah bertanya kepada Tuhan dan dirimu.

Kerendahan hati juga berbicara tentang sejauh mana kita bisa menerima diri sendiri, lengkap dengan sukacita, damai sejahtera, rasa syukur, kelebihan dan kekurangan diri, kondisi keluarga, pergumulan kehidupan, masa lalu dan banyak hal lainnya. Diatas semuanya itu, dengan rasa rendah hati, kita memilih untuk melakukan pelayanan dengan menyadari kasih Tuhan yang telah kita terima.
Tidak ada manusia yang sempurna, namun kita disempurnakan di dalam Tuhan.

Kerendahan hati juga berbicara tentang bagaimana belajar memiliki hati yang luas untuk dapat menerima segala sesuatu yang terjadi di dalam kehidupan. Pujian tidak akan membuat kita menjadi sombong dan kritikan tidak akan melemahkan kita, ketika kita menyadari semua yang kita lakukan hanya karena kebaikan Tuhan dan untuk Tuhan. Hati yang luas akan berbicara bahwa tidak ada hal yang lebih penting daripada Tuhan. Hati yang luas juga akan mengajarkan kepada kita tentang kata maaf dan pengampunan.

Ketika kita hidup dalam kerendahan hati, kita pasti akan melepaskan diri dari rasa malu akan diri sendiri karena berbagai hal tertentu, minder, rendah diri (dalam arti sulit menerima diri sendiri karena berbagai faktor), menghakimi orang lain dan rasa yang melemahkan lainnya.

Satu hal yang pasti ada. Muara dari setiap orang percaya adalah melakukan pelayanan. Secara ringkas, arti pelayanan adalah memberitakan Injil. Kerendahan hati berbicara tentang pelayanan yang dilakukan dari hati dengan bebagai karunia yang ada dalam bentuk nyata dan konkrit. Ya, melakukan pelayanan harus lebih dari menulis kata kata ini.

Bukankah, karakter seperti itu ada di dalam pribadi Yesus ?

Post Terkait