Renungan Harian, 22 Februari 2019
Filipi 2:12-18

Bahan Alkitab hari ini kembali mengingatkan bagaimana seharusnya kita menjalani peran kita sebagai anak-anak Tuhan. Sebagai orang percaya yang sudah diselamatkan oleh kasih karunia, kita juga harus mengerjakan keselamatan kita sampai akhir. Walaupun keselamatan itu adalah hanya karena kasih karunia Allah namun keselamatan adalah bagian yang harus kita perjuangkan dengan gentar dan takut disertai dengan rasa hormat (ayat 12) Kepada Allah, baik atau tidak baik keadaan kita. Hari ini, kita juga belajar untuk tidak cepat mengeluh dan bersungut-sungut dalam kita mengerjakan keselamatan kita karena Firman Tuhan dalam Filipi 2:14-15 katakan : “Lakukanlah segala sesuatu dengan tidak bersungut-sungut dan berbantah-bantahan. Supaya kamu tiada beraib dan tiada bernoda, sebagai anak-anak Allah yang tidak bercela di tengah-tengah angkatan yang bengkok hatinya dan yang sesat ini, sehingga kamu bercahaya di antara mereka seperti bintang – bintang di dunia.”

Beberapa waktu yang lalu seorang teman menggunakan Aplikasi Call Recorder di HP nya, dengan tujuan dia ingin mendengarkan kembali pembicaraan via telepon yang sudah dia lakukan sebelumnya, apakah dia sudah berkata-kata dengan baik dan terpuji dalam pembicaraan. Kemudian, terlintas dalam pikiran saya, bagaimana seandainya jika kita merekam semua pembicaraan kita dalam satu hari, kemudian pada malam hari kita kembali memutar rekaman tersebut, kira-kira berapa banyak dari kita yang akan menemukan ucapan syukur ? Atau malah rekaman tersebut dipenuhi dengan omelan, sungut-sungut, keluhan, dan marah. Tanpa kita sadari, banyak dari anak muda lebih banyak membuang waktunya untuk mengeluh dan bersungut-sungut. Keluhan tentang pekerjaan yang terlalu sibuk dan padat, keluhan tentang keluarga, mengeluh tentang pertemanan/pasangan, apalagi mengeluh tentang pelayanan kita.

Bersungut-sungut dan mengeluh sudah memang melekat pada manusia. Bangsa Israel yang adalah bangsa pilihan pun kerap melakukan hal itu. Saat mereka baru saja keluar dari tanah Mesir keluhan sudah terucap dari bangsa pilihan itu ; “Ah,sekiranya kami mati di tanah Mesir, atau di padang gurun ini!” (Bilangan 14:2-3). Tidak heran jika generasi ini juga menjadi generasi yang mudah bersungut-sungut. Namun dari Firman Tuhan, hari ini kita boleh belajar, bukan saat nya lagi bagi pemuda khususnya PERMATA GBKP untuk menjadi generasi yang cengeng dan mudah mengeluh apalagi bersungut-sungut.

Nah, yang menjadi bagian kita adalah mengerjakan peran kita dengan takut dan gentar disertai rasa hormat kepada Tuhan. Jika peran kita sebagai anak lakukan-lah bagian kita sebagai anak yang berbakti, jika peran kita sebagai pelajar maupun pekerja maka tanggungjawab terhadap pendidikan dan pekerjaan itu adalah harga yang harus kita bayar,  jika peran kita sebagai pelayan maka kerjakan dengan sungguh tanpa harus membandingkan dan memperhitungkan bagian yang sudah kita lakukan dibanding dengan rekan sepelayanan kita yang lain, lakukan-lah tanpa jungut-jungut karena bila kita bersungut, selain kita akan kehilangan berkat Tuhan, kita juga tidak dapat menjadi berkat untuk sesama (1 Kor 10:10). Sehingga saat ~rekaman~ kita diputar kembali, tidak didapati lagi keluhan dan sungut-sungut, tetapi yang ada hanya sukacita disertai ucapan syukur kita kepada Tuhan.

PERMATA, tetap kerjakan bagian kita, jangan mudah mengeluh karena jika kita setia ada mahkota kehidupan yang sudah menanti kita. Tuhan Yesus memberkati.

Sumber : Rima Juliani Br. Ginting, PERMATA GBKP Runggun Diski, Klasis Medan Kampung Lalang

Post Terkait